Kesampingkan Ekonomi, Yusril Desak Pemerintah Prioritaskan Nyawa Rakyat di Tengah Wabah Corona
Twitter/Yusrilihza_Mhd
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengingatkan jika menyelamatkan nyawa rakyat merupakan amanat dalam pembukaan UUD 1945 sehingga harus menjadi prioritas.

WowKeren - Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra turut angkat bicara mengenai penanganan pandemi corona (Covid-19) di Indonesia. Ia meminta agar pemerintah memprioritaskan nyawa rakyat di tengah merebaknya ancaman corona di negeri ini. Apapun yang dilakukan pemerintah, tujuannya harus satu, yakni menyelamatkan nyawa rakyat.

"Pemerintah tidak punya pilihan lain kecuali menyelamatkan nyawa rakyat," kata Yusril dilansir Republika, Sabtu (21/3). "Apapun pilihan yang dilakukan pemerintah, apakah melakukan pembatasan keramaian umum bahkan melakukan lockdown, tujuan utamanya harus satu menyelamatkan nyawa rakyat."


Lebih jauh, Yusril menilai jika pertimbangan ekonomi sebaiknya menjadi prioritas nomor dua sebab saat ini yang harus dikedepankan adalah nyawa rakyat, meskipun tidak menutup kemungkinan jika corona berpotensi membuat ekonomi Indonesia jatuh. Namun, menyelamatkan nyawa rakyat adalah amanat yang sudah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

"Menyelamatkan nyawa rakyat adalah amanat Pembukaan UUD 45," tegas Yusril. "Negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Hak untuk hidup adalah hak setiap orang. Negara wajib melindunginya."

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah jika sudah mengambil langkah maka harus melaksanakannya secara konsisten. tentu saja, langkah yang diambil harus yang baik untuk rakyatnya. Sementara itu terkait informasi, negara juga seharusnya bersifat terbuka tentang apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia.

"Dengan keterbukaan itu negara memanggil semua orang, terutama orang-orang kaya dan mampu untuk berbuat membantu sesama," terang Yusril. "Ayo kita selamatkan nyawa rakyat! Ayo kita selamatkan bangsa dan negara dari keruntuhan akibat wabah bencana penyakit ini."

Situasi penyebaran virus corona di Indonesia tidak bisa lagi dianggap enteng. Berbeda dari 1-2 minggu sebelumnya, kini jumlah pasien yang dinyatakan positif sudah mencapai lebih dari 300 orang. Wilayah penyebarannya pun juga sudah meluas ke beberapa provinsi.Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan status ibu kota menjadi Tanggap Darurat Bencana Covid-19 pada Jumat (20/3).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts