Geger Wanita ODP Corona Kelayapan di Pasar Solo, Klarifikasi Adik Tuai Cibiran
Barcroft Media/Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Seorang wanita sempat mengaku kalau dirinya ODP setelah kembali dari luar negeri dan menunjukkan bukti pemeriksaan. Sayangnya sikap sang wanita yang memilih tetap keluar rumah karena tak merasa positif Corona itu menuai kritikan pedas.

WowKeren - Wabah Corona menjadi ancaman berbahaya di Indonesia. Dari data 21 Maret, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia tercatat total 450 orang.

Dari total kasus itu, yang sudah sembuh 20 orang, yang meninggal dunia 38 orang. Penyebarannya sudah mencakup 17 provinsi.


Ke-17 provinsi dengan temuan pasien terkonfirmasi positif itu adalah: Bali (3), Banten (43), Di Yogyakarta (5), DKI Jakarta (267), Jawa Barat (55), Jawa Tengah (14), Jawa Timur (26), Kalimantan Barat (2), Kalimantan Timur (9), Kalimantan Tengah (2), Kepulauan Riau (4), Sulawesi Utara (1), Sumatera Utara (2), Sulawesi Tenggara (3), Sulawesi Selatan (2), Lampung (1), Riau (1). Selain itu ada 10 kasus dalam proses verifikasi di lapangan. Adapun pasien meninggal dunia tercatat di DKI Jakarta (23), Jawa Tengah (3), Bali (1), Banten (2), Jawa Barat (7), Jawa Timur (1), dan Sumatera Utara (1).

Pemerintah hingga kini tak akan melakukan lockdown namun tetap meminta agar masyarakat tetap waspada. Sayangnya disaat situasi tengah genting, salah satu wanita yang dinyatakan sebagai ODP (Orang Dalam Pengawasan) justru terlihat berkunjung ke Pasar Singosaren Solo. Dalam video yang tersebar di sosial media, wanita itu sempat mengungkap dirinya dinyatakan ODP usai kembali dari luar negeri.

"Aku udah sakit. Tapi belum tahu Corona atau nggak. Kalau PDP sudah suspect," kata sang wanita yang menunjukkan hasil pemeriksaannya. "Aku mau ketularan kalau dengan yang kayak gini," canda seorang pria. Sang wanita sempat terlihat tertawa santai.

Video itu tak urung memancing reaksi heboh hingga adik dari wanita tersebut angkat bicara. Ia mewakili kakaknya meminta maaf atas kemunculan video tersebut.

"Saya klarifikasi bahwa yang bersangkutan atas nama Violita adalah kakak saya sendiri memang ODP. Dan ODP itu belum tentu positif Covid-19. Saya minta maaf bila meresahkan semua pihak terutama pedagang yang ada di Singosaren," kata pria bernama Bima. "Khususnya untuk teman saya yang ada di video itu, itu negatif. Sudah check-up dan ada buktinya resmi dari rumah sakit."

Bima juga meminta masyarakat tetap berada di rumah meski baru sebatas ODP. "Kalau ada teman-teman yang dalam status ODP harap untuk di rumah saja, istirahat yang cukup, menjaga kesehatan agar tidak kena Covid-19," katanya.

Setelah kejadian itu, Ketua Paguyuban Bisnis Seluler Singosaren (Pakubaris), Puguh Ratyanto, mengungkap kalau instansi terkait melakukan penyemprotan atau sterilisasi di area Pasar Singosaren. "Bagian dalam kios disemprot juga," kata Puguh.

Netter

Sumber: Facebook

Sementara itu, netter tetap menyikapi sinis pernyataan Bima bahwa kakaknya baru sebatas ODP. Menurut netter, kakak dari Bima seharusnya tetap menjalani isolasi.

"Klarifikasi yg semakin menunjukkan ketololan ODP itu belum tentu POSITIF tapi bisa jadi ntar POSITIF maass..makanya sebutannya aja ODP alias orang dalam pengawasan! Bukan terus boleh bebas jalan2 prengas prengees bangga," kata akun Facebook Nadia Citra. "Apa sih salahnyan karantina diri , tahan diri dlu nel udh postif sopo yg di salahke coba kalau kayagt, bisamya mengkambinghitamkan orang lain," seru Almira Olga B.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts