Corona Bikin Warga Ini Tak Bisa Lihat Jenazah Ortunya, Bongkar 'Aib' Tes COVID-19 di RI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Seorang warga bernama Eva Rahmi Salama membagikan kisah sedih sekaligus tak menyenangkannya selama menghadapi langkah penanganan wabah virus Corona di Indonesia.

WowKeren - Wabah virus Corona masih menjadi bahasan panas, tak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai penjuru dunia. Bahkan di Indonesia sendiri wabah ini sudah menjangkit 579 orang dan menyebabkan 49 diantaranya meninggal dunia.

Diantara puluhan korban jiwa tersebut ada orangtua dari Eva Rahmi Salama. Tak sanggup menahan rasa sedihnya, Eva membagikan kisah kala melihat ayah dan ibunya dimakamkan akibat kalah melawan virus Corona.


Eva patut bersedih, sebab pemakaman itu tak dihadiri siapapun kecuali ia dan kedua adiknya. Tak hanya itu, Eva bahkan tidak diperkenankan melihat jenazah kedua orangtuanya untuk terakhir kali.

"Sama sekali nggak bisa disentuh. Jadi dari masuk (RS) Persahabatan sampai hari Kamis Mama meninggal, aku nggak melihat sama sekali," ujar Eva sambil menangis tersedu-sedu. "Mereka nggak mau fotoin, nggak tahu kenapa. Makanya sedih banget nggak bisa melihat mama untuk yang terakhir kalinya."

"Memang perlakuan jenazah orang yang terinfeksi itu lebih ketat. Karena mereka pertama dimandiin, dikafani, habis itu diplastikin, kemudian dimasukkan ke peti dan wrapping plastik lagi," tutur Eva. "Jadi berkali-kali tahapnya. Kita juga tidak boleh satu ambulans sama jenazah."

Menurut Eva, kedua orangtuanya tertular virus Corona dari sang adik. Sebab sang adik ternyata berada di acara yang sama dengan pasien kasus 01 dan 02 yang kini sudah sembuh.

Kala itu sang ibunda sempat mengeluhkan sejumlah gejala gangguan pernapasan dan pencernaan, namun sang dokter menegaskan ia terjangkit tifus. Namun kondisi yang tak kunjung pulih membuat Eva panik hingga memaksa dokter memeriksa tenggorokan sang ibunda.

"Awalnya mama aku dapat di Rumah Sakit Persahabatan. Itu juga setelah dua hari, sulit banget ternyata nggak segampang itu kayak masukin mama padahal kondisinya sudah parah," ujar Eva, dilansir dari Wolipop, Senin (23/3). "Terus Jumat (13/3) mama sudah swab test, baru masuk ke RS. Rabu (18/3) dikabarkan positif, Kamisnya (19/3) meninggal."

"Habis itu papa akhirnya aku suruh SWAB test juga. Karena selama ini kan cuman jantung doang sudah sebulan dan semakin lama papa semakin terasa sesak, makanya aku suruh swab test," imbuhnya. "Dan seminggu swab test, kemarin siang, Sabtu (21/3) baru dapat hasilnya positif terus sorenya meninggal."

Namun kegeraman Eva semakin memuncak lantaran paramedis yang merawat ibundanya enggan melakukan tes Corona kepadanya. "Padahal ini posisinya ibuku sudah meninggal dan besar kemungkinan aku terpapar juga ya nggak sih? Pihak rumah sakit menolak aku alasannya karena aku nggak ada gejala batuk, sesak dan panas dan sakit tenggorokan," terangnya dengan menggebu-gebu.

Sejauh ini hanya suami Eva yang mendapatkan pemeriksaan lanjutan dari dokter, itu pun karena ia mengalami sejumlah gejala COVID-19. "Semoga aja suamiku negatif," harapnya.

Bahkan sampai sekarang Eva mengaku belum mendapatkan kesempatan untuk di tes COVID-19. Menurutnya sempat ada pemberitahuan baginya melakukan tes, namun ternyata ia justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan di rumah sakit.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts