Karena WFH, KPI Ungkap Penonton TV Alami Lonjakan Lebih Dari 50%
TV
COVID-19 di Indonesia

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengatakan bahwa sistem WFH atau Work From Home membuat jumlah penonton televisi di Indonesia mengalami pelonjakan lebih dari 50 persen.

WowKeren - Belakangan ini wabah virus corona di Indonesia semakin meresahkan publik. Tak heran bila kemudian pemerintah menghimbau masyarakat untuk membatasi aktifitas mereka di luar rumah.

Selain anak sekolah yang diimbau untuk belajar di rumah, berbagai perusahaan juga telah menerapkan sistem work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini.


Rupanya himbauan tersebut juga berdampak pada penonton televisi di Indonesia. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menilai pemirsa televisi mengalami lonjakan hingga lebih dari 50%.

Hal tersebut menunjukkan media televisi menjadi media terdepan dalam penyampaian informasi tentang COVID-19 kepada masyarakat. Apalagi siaran televisi juga diawasi oleh KPI sehingga tidak diragukan lagi soal kebenaran beritanya. "Televisi menjadi garda terdepan dalam perjuangan menyampaikan informasi kepada masyarakat di tengah kondisi darurat Corona ini. Itu karena televisi tidak menayangkan hoax, selalu check recheck apalagi diawasi KPI," kata Agung selaku Ketua KPI Pusat, Senin, (23/3) di Jakarta.

Di sisi lain, hal serupa rupanya juga disepakati oleh Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis. "Sepakat (lebih dari 50%), bahwa kondisi ini menjadikan publik percaya media mainstream," tutur Yuliandre, saat dikonfirmasi wartawan.

Yuliandre juga menambahkan bahwa banyaknya berita hoax soal virus corona membuat masyarakat lebih memilih media televisi untuk mencari kebenaran informasinya. "Fungsi media televisi to inform, to educate dan to entertain saat ini berjalan dan sangat dipercaya masyarakat. Jadi, bukan percaya informasi media baru (media sosial) yang banyak hoax," tambah Yuliandre.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts