Bisnis Ini Malah Naik Daun Imbas Corona, Solusi Baru Selamatkan Ekonomi?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Penanganan corona memberikan dampak positif pada bidang ekonomi dari sektor kesehatan. Sebab, kondisi ini membuat pemerintah maupun warga negaranya belanja untuk kesehatan.

WowKeren - Virus corona yang menyebar dengan cepat di seluruh dunia ikut mengancam perekonomian. Sejumlah negara tengah memfokuskan anggaran belanja mereka untuk sektor kesehatan.

Penanganan corona memberikan dampak positif pada bidang ekonomi dari sektor kesehatan. Sebab, kondisi ini membuat baik pemerintah maupun warga negaranya lebih banyak menganggarkan dana untuk sektor kesehatan.


Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dradjad Wibowo. Sehingga menurutnya, belanja kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat berpotensi menyelamatkan perekonomian.

"Dalam kondisi ancaman wabah seperti ini sebenarnya cara menyelamatkan ekonomi adalah public health spending, kata Dradjad dilansir CNBC Indonesia, Rabu (25/3). "Belanja kesehatan masyarakat besar-besaran."

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah memerintahkan adanya realokasi anggaran belanja negara. "Saya perintahkan kepada semua menteri dan Pemda untuk memangkas rencana belanja APBN dan APBD yang tidak prioritas," kata kepala negara, Jumat (20/3).

Pemerintah berencana untuk mengalokasikan dana negara sebesar Rp 62,3 triliun dari APBN untuk penanganan virus corona. Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang kesehatan.

Menurut Dradjad, pemerintah masih bisa memberdayakan sektor industri lain yang tentunya terkait dengan penanganan corona ini. Ia kemudian mencontohkan sejumlah fasilitas yang diperlukan untuk membangun rumah sakit darurat.

"Sebagai contoh, kalau bangun ruang isolasi di rumah sakit maka otomatis ruang isolasi perlu AC (air conditioner) sendiri," jelas Dradjad. "Otomatis tingkatkan permintaan AC, kemudian kasur di rumah sakit akan banyak permintaan tumbuh, dan itu picu industri. Dan apabila lakukan sektor besar-besaran, akan picu industri-industri lanjutan."

Selain itu, sektor farmasi juga bisa terimbas terkait penyebaran corona ini, terkait permintaan alkohol yang meningkat. "Di tengah ancaman krisis ekonomi, penanganan wabah bisa menjadi motor. Otomatis kalau permintaan alkohol udah tumbuh, banyak Pemda spending (mengeluarkan biaya) sehingga ekonomi berputar," pungkasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts