Berteman Dekat, Nana Mirdad Jelaskan Kronologi 2 ODP Bali yang Disebut Kabur dari Karantina
Instagram/nanamirdad_
Selebriti
Seleb vs Corona

Nana Mirdad menjelaskan dengan rinci awal mula 2 ODP yang merupakan bapak serta putrinya itu diminta untuk melakukan pemeriksaan. Karena merasa sehat, 2 ODP ini lantas 'kabur'.

WowKeren - Belum lama ini, publik dikejutkan dengan berita dua Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Bali kabur dari tempat karantina. Dua ODP yang merupakan bapak serta putrinya ini merasa tak memiliki gejala virus corona sehingga memutuskan pulang. Meski begitu, keduanya telah kembali dijemput ke tempat karantina UPTD Bapelkelmas.

Nana Mirdad rupanya ikut memberikan komentarnya mengenai kabar ini. Istri Andrew White tersebut menjelaskan kronologi bapak bernama Tony menjemput kedua putrinya, Isis dan Erica, yang baru saja pulang dari Inggris di Bandara Bali. Saat diperiksa, dua putri Tony menunjukkan temperatur normal.


Anehnya, hanya Isis yang dipanggil ke ruang imigrasi. Oleh sebab itu, Tony menemani sang putri yang masih berusia 17 tahun. Keduanya lantas diminta tinggal di tempat karantina sampai alat penguji corona datang setelah hari raya Nyepi.

Berteman Dekat, Nana Mirdad Jelaskan Kronologi 2 ODP Bali yang Disebut Kabur dari Karantina

Instagram

Karena merasa tidak menunjukkan gejala corona, Tony dan sang putri "kabur" dari tempat karantina. Meski sudah menunjukkan sertifikat kesehatan, Tony dan Isis tetap dipaksa kembali untuk menanti serangkaian tes tanpa kejelasan. Nana dapat menjelaskan kronologi tersebut karena ia dan sang suami adalah teman baik keluarga Tony.

"Darimana saya tahu kronologis ini? Karena Tony sekeluarga adalah teman dekat saya dan Andrew," jelas Nana pada Rabu (25/3). "Saya sangat prihatin melihat mereka diperlakukan seperti ini dan diberitakan seakan2 mereka pasien yang melarikan diri dan pantas diasingkan masyarakat."

Lebih lanjut, Nana juga meminta agar publik tidak serta merta menghakimi dan memperlakukan rekannya dengan kurang pantas. Nana pun mempertanyakan 40 turis lain yang dilepas pihak bandara dan malah memilih Isis untuk dikarantina meski suhu tubuhnya normal. Ia menduga bahwa pihak bandara memilihnya secara acak sehingga dapat dikatakan tidak sesuai prosedur.

Saat ini, Nana mengkhawatirkan kondisi rekannya yang dikarantina tanpa kejelasan dan fasilitas layak. "Ini adalah tempat mereka ditaruh sekarang, tanpa pengawasan medis tanpa dokter tanpa APD, tanpa surat2 jelas. Mereka diberi nasi bungkus dan tidak diperkenankan keluar sampai alat test datang," imbuh Nana.

"Tujuan kita hanya satu, sama2 ingin pandemik ini berakhir dan sebisa mungkin tetap menghargai dan memperlakukan orang2 sesuai dengan hak nya masing2..." pungkas Nana. "Jangan sampai kita jadi kehilangan akal sehat karena pandemik ini okay guys."

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts