Chloroquine Yang Diandalkan Jokowi dan Trump Ternyata Tak Ampuh Atasi Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi wabah virus Corona yang sudah menginfeksi 893 orang di Indonesia. Salah satunya dengan menggunakan obat chloroquine.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Indonesia dibuat geger dengan keputusan Presiden Joko Widodo terkait wabah virus Corona. Sebab Jokowi memutuskan untuk mendatangkan jutaan pil obat jenis Chloroquine dan Avigan yang disebut-sebut bisa menyembuhkan COVID-19.

Sikap mengandalkan chloroquine ini rupanya tak hanya dilakukan oleh Jokowi, tetapi juga Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sikap optimis Trump ini juga ditularkan kepada Wakil Presiden AS, Mike Pence, yang menyebut dokter mulai bisa meresepkan obat tersebut demi mengatasi wabah Corona.


"Dokter bisa meresepkan chloroquine untuk mengatasi gejala penyakit itu (COVID-19)," tutur Pence dalam sebuah agenda di Gedung Putih, Sabtu (21/3). "Presiden sangat optimis obat itu bisa bekerja dengan baik."

Namun rupanya optimisme Jokowi hingga Trump ini dipandang dingin oleh sekelompok peneliti. Berdasarkan laporan yang dipublikasikan lewat Journal of Zhejiang University di Tiongkok menyebut tak ada bukti chloroquine bekerja efektif dalam mengatasi COVID-19.

Dari jurnal itu terlihat pasien yang mendapatkan pengobatan chloroquine tidak mengalami perbedaan yang signifikan dalam melawan virus Corona bila dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan obat tersebut. Namun penelitian ini dilakukan terhadap lingkup kecil, yakni hanya 30 pasien.

Dari 30 pasien tersebut, seperti dilansir dari Bloomberg, sebanyak 15 pasien mendapatkan obat malaria tersebut, sedangkan 15 lainnya tidak. Dari kelompok pasien dengan obat chloroquine, sebanyak 13 diantaranya dinyatakan negatif virus Corona setelah seminggu perawatan.

Sedangkan 14 dari pasien dengan tidak diberi obat chloroquine juga menunjukkan hasil serupa. Dengan demikian, hasil pengobatan dengan chloroquine dinilai tak signifikan dalam mengatasi virus Corona.

Sikap skeptis terhadap kinerja obat ini dalam mengatasi virus SARS-CoV-2 memang pernah ditunjukkan oleh para ahli sebelumnya. Mereka mengaku tertarik dengan hasil kinerja obat dalam mengatasi pasien positif COVID-19, namun tak serta-merta percaya obat itu benar bisa efektif mengalahkan virus Corona.

Sebelumnya Jokowi juga sudah sempat memberikan klarifikasi terhadap kinerja obat yang dikenal sebagai pil kina ini. Jokowi menyebut pengobatan dengan chloroquine merupakan lini kedua alias back up sembari menanti vaksin dikembangkan. Kendati demikian, sejauh ini banyak negara yang mengklaim hasil positif kinerja obat tersebut.

"Saya sampaikan bahwa chloroquine bukan obat first line, tapi second line," terang Jokowi pada Senin (23/3) kemarin. "Banyak pasien COVID-19 yang sembuh (di negara-negara lain yang sudah mencoba) dan membaik kondisinya."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts