Upi Avianto Beber Alasan Produser 'Hobi' Angkat Novel Terkenal ke Layar Lebar
Instagram/upirocks
Film

Selama ini banyak yang menyebut bahwa salah satu problem industri layar lebar Indonesia adalah skenario. Namun berbeda dengan Upi Avianto yang malah mencermati dari segi penonton bioskop.

WowKeren - Selama ini, sudah banyak yang menyebut bahwa salah satu masalah industri layar lebar Indonesia adalah skenario. Berbeda dengan sutradara lain, Upi Avianto malah memberikan perspektif yang unik dari penonton film.

Upi mengungkapkan bahwa dirinya mencermati perilaku penonton saat menonton film produksi dalam negeri dan Hollywood. Upi berpendapat bahwa penonton yang hendak menonton film Indonesia cenderung cari aman.


"Contohnya kalau ada film asing yang hit muncul, calon penonton akan bilang kepada yang sudah menonton, 'Gue belum nonton, jangan diceritain!' Tapi kalau film Indonesia seringkali mereka menunggu dulu komentar orang tentang film itu atau memastikan dulu dari orang ceritanya seperti apa," ungkap Upi dilansir dari Liputan.com.

Karena hal itu, banyak produser yang juga ingin aman secara bisnis dengan memproduksi film-film dari buku laris. "Karena aman. Tapi apakah bahwa dari buku laris lalu filmnya juga laris itu artinya naskahnya baik, belum tentu juga," jelas Upi.

Meski begitu, Upi setuju jika disebutkan bahwa masalah mendasar di industri film Indonesia adalah naskah. Bahkan sampai detik ini, Upi mengaku masih terus belajar untuk menulis naskah dengan baik.

"Saya pikir ini dipengaruhi kultur kita dari masa lampau yang turun temurun di mana anak-anak (tidak peduli bakat mereka apa), mereka cuma dianggap pandai jika nilai mata pelajaran pokok mereka bagus," tegas Upi.

"Jadi tidak ada anak-anak yang benar-benar menyeriusi bidang menulis sejak dini karena sibuk mengejar (sesuatu) yang justru tidak mereka kuasai (atau kurang sukai). Sistem kita tidak pernah sungguh-sungguh menghargai karya tulis, so yeah jadi tidak perlu dipertanyakan lagi," tambah Upi.

Di sisi lain, Upi mengaku bersyukur karena film Indonesia semakin bergairah saat ini. Jumlah produksi film setiap tahun pun semakin bertambah dengan tenaga penulis naskah yang mulai banyak dibutuhkan. Upi berharap kualitas bioskop juga semakin bisa beragam seperti arthouse.

"Semakin banyak dan beragam film tentu akan semakin baik. Asal diikuti dengan kualitas bioskopnya, termasuk juga mungkin memberi ruang pada film-film alternatif seperti arthouse," pungkas Upi.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts