Lindungi Tenaga Medis, Anies Siapkan Hotel Hingga Bus Untuk Antar Jemput
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ke depannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyiapkan tiga hotel lainnya untuk dipergunakan sebagai fasilitas para tenaga medis sebab mereka adalah orang yang lebih rentan terpapar virus sehingga harus dilindungi.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan fasilitas baru untuk para tenaga medis di Jakarta. Fasilitas tersebut berupa hotel milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI).

Anies menuturkan bahwa fasilitas tersebut disiapkan untuk 138 orang tenaga medis yang berasal dari RSUD Tarakan dan Pasar Minggu. Adapun hotel itu bisa mulai ditempati oleh para tenaga medis mulai Kamis (26/3). "Hari ini, 138 tenaga medis dari RSUD Tarakan dan RSUD Pasar Minggu mulai menempati hotel Grand Cempaka Business," kata Anies dikutip dari akun Facebook miliknya, Kamis (26/3).


Ke depan, Anies mengatakan jika bukan hanya tenaga medis dari kedua rumah sakit itu saja yang akan ditempatkan di hotel untuk menginap. Nantinya akan ada petugas dari rumah sakit lainnya yang bakal menyusul.

Menurutnya, para tenaga medis harus mendapat perhatian khusus. Pasalnya sebagai garda terdepan dalam memerangi virus corona, tenaga medis justru lebih rentan terpapar virus.

"Tenaga medis yang mengurusi pasien Covid-19 adalah pejuang yang tugasnya terbesar, terberat dan paling berisiko terpapar," lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. "Wajahnya tertutup masker, tapi perannya terlihat dengan nyata."

Saat ini, Pemprov DKI tengah menyiapkan hotel lainnya untuk memberikan fasilitas bagi para tenaga medis. Selain Hotel Grand Cempaka milik PT Jakarta Tourisindo akan ada 3 hotel lagi yang digunakan. "Dalam waktu dekat tiga hotel milik BUMD DKI juga akan segera menyusul, dengan jumlah total 261 kamar tambahan dan 361 tempat tidur," ujarnya.

Rupanya tak hanya hotel, sejumlah afiliasi pendukung lain juga akan diberikan pada tenaga medis tersebut. Misalnya makanan kotak dan juga bus untuk mengantar jemput mereka.

"Kemudian makanan disediakan dalam kotak, bilik disinfektan disediakan di luar pintu masuk dan keluar," terang Anies. "Sejumlah 15 bus Transjakarta dan 50 bus sekolah dioperasikan khusus untuk antar jemput tenaga medis."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts