Darurat Corona Diperpanjang, Keuskupan Surabaya Pastikan Ibadah Paskah Digelar Online
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Keuskupan Surabaya memperpanjang masa darurat corona dengan melarang kegiatan kegerejaan yang melibatkan orang banyak hingga 30 April mendatang. Hal ini berimbas pada bagaimana perayaan Paskah digelar.

WowKeren - Wabah virus corona (COVID-19) ikut berdampak pada Perayaan Hari Paskah yang sejatinya jatuh pada Rabu (1/4) pekan depan. Keuskupan Gereja Katolik Surabaya memperpanjang larangan untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Larangan tersebut akan berlangsung hingga tanggal 30 April hingga ada kebijakan yang baru. Hingga saat itu, segala bentuk kegiatan kegerejaan yang melibatkan orang banyak tidak diperbolehkan digelar.


Salah satunya yakni terkait perayaan Ekaristi baik yang dilangsungkan di gereja paroki, kapel, maupun biara. Perayaan Ekaristi hanya akan digelar pada tempat-tempat tertentu yang telah mendapat izin dari Keuskupan Surabaya.Keputusan itu tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Uskup Surabaya Monsinyur Vincentius Sutikno Wisaksono, tertanggal (26/3).

"Sebagai pengganti akan dilaksanakan Perayaan Ekaristi pada tempat-tempat yang telah mendapat izin dari Keuskupan Surabaya," kata Vincentius. "Dan akan ditayangkan secara langsung/live."

Live streaming tersebut akan disiarkan melalui Youtube, Instagram, dan media sosial lainnya sehingga umat dapat mengikuti perayaan dari rumah masing-masing. Sedangkan untuk para iman tetap melakukan perayaan ekaristi. "Namun demikian, para imam hendaknya tetap merayakan Perayaan Ekaristi dan Ibadat Harian di komunitas pastoran masing-masing atau di gereja paroki tanpa kehadiran umat," lanjut Vincentius.

Hal serupa juga akan diberlakukan pada perayaan Pekan Suci. Perayaan akan dirayakan di gereja katedral dan juga gereja paroki. Namun, hanya dilakukan oleh Iman tanpa kehadiran umat.

"Perayaan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah dan Minggu Paskah dirayakan di Gereja Katedral dan Gereja Paroki hanya oleh Imam tanpa dihadiri umat," terang Vincentius. "Panduan teknis merayakan Pekan Suci bagi para Imam akan dikeluarkan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya. Perayaan ini akan ditayangkan live streaming melalui kanal yang serupa dengan Misa Harian dan Mingguan."

Kebijakan serupa juga diterapkan di Keuskupan Agung Jakarta. Sama seperti Surabaya, mereka juga memperpanjang masa darurat corona hingga 30 April. "Pertama seluruh Misa Pekan Suci 2020, Misa Mingguan dan Misa Harian, sebagai gantinya akan disiarkan secara online di live streaming, youtube TVRI dan RRI," kata Vikaris Jenderal KAJ Romo Samuel Pangestu Pr, Selasa (24/3).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts