Mahasiswa Unnes Produksi Hand Sanitizer Dan Masker, Bisa Dibeli Masyarakat?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah mulai memproduksi hand sanitizer dan masker sendiri. Lantas apakah masyarakat bisa mulai membeli dengan bebas?

WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia semakin parah setiap harinya. Kasus COVID-19 terus meningkat pesat setiap harinya. Berdasarkan data terbaru Kamis (26/3), pasien positif corona di Indonesia telah mencapai 893 orang.

Akibat kasus yang terus meningkat, masyarakat pun terus melakukan berbagai tindakan pencegahan salah satunya dengan membeli masker hingga hand sanitizer. Dampaknya, keberadaan masker hingga hand sanitizer menjadi langka di pasaran.


Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) baru-baru ini telah membuat hand sanitizer dan masker sendiri. Proses produksi sudah dilakukan sejak sepekan lalu di tengah mewabahnya virus corona.

Namun, hand sanitizer hingga masker yang telah di produksi ini hanya dibagikan secara gratis kepada internal kampus. "Kita sudah mulai produksi sejak seminggu lalu, mulai hari Rabu," kata Dekan Fakultas Teknik Unnes, Nur Qudus di lab jurusan PKK Unnes, Kamis (26/3).

Produksi hand sanitizerUnnes ini dibuat oleh di tiga fakultas. Diantaranya adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang proses produksinya di lab jurusan Pendidikan Kimia.

Kemudian ada Fakultas Teknik yang produksinya di lab jurusan Teknik Kimia. Terakhir ada Fakultas Ilmu Keolahragaan yang produksinya dilakukan di lab Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Namun, pembuatan hand sanitizer sendiri sempat terkendala mininya bahan baku berupa alkohol yang ada di pasaran. Oleh sebab itu, hand sanitizer ini baru bisa diberikan oleh lingkungan kampus setempat.

Sedangkan untuk produksi masker dilakukan di laboratorium jurusan PKK Fakultas Teknik. Masker ini berbahan kain yang bisa dicuci dan dipakai lagi. Produksi dilakukan oleh mahasiswa yang berkompeten dalam bidangnya.

Selain itu, dilakukan juga koordinasi dan pengawasan Tim Satgas COVID-19 Unnes dan Pusat Layanan Kesehatan (Puslakes) Unnes. "Ini bukan masker medis, tapi yang untuk umum. Uniknya ini bisa diselipkan filter sendiri," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas COVID-19 Unnes, Yuni Wijayanti mengatakan untuk sementara hand sanitizer dan masker akan didistribusikan untuk internal Unnes. Mulai dari petugas kebersihan hingga dosen.

"Produksi masih terbatas jadi untuk internal dulu,” jelas Yuni. “Ke civitas akademik Unnes, dari dosen, tenaga kependidikan, staf, satpam, cleaning service, dan lainnya.”

Dalam satu pekan produksi, Unnes sudah memproduksi hand sanitizer sekitar 3.500 botol ukuran 500 ml. Sementara untuk masker sebanyak 4.500 potong.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts