Wabah Corona Mengganas, PHK Besar-Besaran Mulai Menghantui
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Banyak perusahaan yang kesulitan beroperasi akibat makin ganasnya wabah virus Corona. Alhasil beberapa perusahaan pun menempuh opsi merumahkan karyawannya lantaran terus menderita kerugian.

WowKeren - Bukan hanya aspek kesehatan yang terdampak oleh wabah virus Corona. Berbagai sektor kehidupan ikut terimbas oleh wabah penyakit yang sudah menginfeksi 893 orang di Indonesia itu, salah satunya perekonomian.

Seperti diketahui, pandemi ini menyebabkan laju perindustrian terhambat sehingga berdampak bagi perputaran keuangan perusahaan. Alhasil beberapa perusahaan mengambil langkah tegas dengan merumahkan karyawannya, seperti yang belakangan ditempuh oleh maskapai penerbangan.


Hal ini diungkap oleh Indonesia National Air Carriers Association (INACA) yang menyebut industri penerbangan sedang dalam kondisi sulit. Kerugian harus diderita lantaran sektor penerbangan dan pariwisata yang terdampak habis-habisan gegara COVID-19.

Langkah antisipasi yang ditempuh pun dengan menutup operasi. Alhasil karyawan di berbagai bidang di operasi tersebut, seperti pilot, awak kabin, teknisi, dan karyawan pendukung lain mulai dirumahkan satu-persatu alias pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Diramalkan apabila penuntasan pandemi COVID-19 semakin tidak pasti hal ini akan memnbuat industri penerbangan semakin terpuruk," ujar Ketum INACA, Denon Prawiratmadja, dalam konferensi persnya, Kamis (26/3). "Bahkan sebagiannya akan tidak beroperasi karena bangkrut."

Kekhawatiran ini pun juga dirasakan oleh kalangan buruh. Kalangan buruh menilai bila pemerintah terus bersikap tak serius dalam menangani wabah COVID-19, setidaknya itulah yang mereka rasakan, akan ada potensi kerugian besar yang mengancam di masa depan.

"Kita prediksi kalau ini (penyebaran virus) nggak cepat dihentikan, puluhan sampai ratusan ribu buruh terancam PHK," ujar Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Kahar S Cahyono, dilansir CNBC Indonesia. "Dampak domino dari efek Corona terhenti kan ekonomi ini."

Kahar menilai iklim usaha saat ini sudah tidak normal. Bila tidak segera diatasi, dapat berpotensi terjadinya resesi dan PHK besar-besaran.

"Kalau nggak cepat diselesaikan, bisa terjadi resesi dan PHK besar-besaran mengancam. Apalagi kita tahu ritel udah mulai menutup, termasuk Tanah Abang," ujar Kahar. "Artinya produksi untuk menjual barang itu udah nggak terjual lagi, ujung-ujungnya PHK."

Namun saat ini pemerintah terus memberikan stimulus ekonomi agar PHK besar-besaran bisa dicegah. Seperti kelonggaran pembayaran cicilan dan diskon tarif listrik yang sempat disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts