Bioskop di AS Dapat Ganti Rugi dari Pemerintah Selama Masa Penutupan Akibat Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Saat ini sejumlah bioskop di AS memang telah ditutup selama dua bulan terakhir. Hingga akhir pekan lalu, ada sekitar 5.500 bioskop di AS yang ditutup demi mencegah penyebaran virus.

WowKeren - Wabah virus corona yang menyebar dari Tiongkok dan sejumlah negara lainnya berdampak besar pada banyak industri, tak terkecuali perfilman. Bahkan hingga kini, mayoritas bioskop di sejumlah negara ditutup akibat maraknya virus corona.

Hal ini akhirnya menyebabkan penurunan pendapatan di box office dan sampai sekarang tak ada yang tahu kapan tepatnya penyebaran virus ini dapat segera dikendalikan. Bahkan atas kejadian tersebut, banyak studio yang memikirkan kembali rencana mereka untuk merilis film mereka.


Diketahui, saat ini sejumlah bioskop di beberapa negara memang telah ditutup selama dua bulan terakhir. Kebijakan ini pertama kali diterapkan di Tiongkok, kemudian Korea Selatan, Italia, dan diikuti oleh negara-negara lainnya, termasuk Amerika Serikat.

Di Amerika sendiri, jaringan bioskop raksasa seperti Regal dan AMC ditutup akibat penyebaran virus COVID-19. Meskipun tidak semua operator bioskop di AS telah telah tutup, jumlah bioskop yang ditutup jauh lebih banyak daripada jumlah yang masih buka. Hingga akhir pekan lalu, hampir seluruh bioskop AS yang berjumlah sekitar 5.500 ditutup demi mencegah penyebaran virus.

Bahkan laporan terbaru menyebutkan bahwa box office di AS mencatat pendapatan nol untuk pertama kalinya dalam sejarah.  Bukan hanya itu, laporan lain menyebutkan bahwa tidak ada penonton yang hadir dalam bioskop-bioskop yang masih buka.

Terkait kerugian ini, rupanya laporan terbaru menyebut kalau pemerintah AS memberikan suntikan dana sebagai ganti rugi pada sejumlah jaringan bioskop yang ditutup selama masa pandemi corona. Disebutkan bahwa pemerintah memberikan bantuan dana sebesar USD 2 triliun (sekitar Rp32,5 kuadriliun) yang disahkan Senat AS pada Rabu (25/3) malam waktu setempat.

"Dengan perjanjian ini, bioskop dapat berharap untuk membuka kembali dan sekali lagi melayani komunitas mereka," kata National Association of Theatre Owners dalam sebuah pernyataan.

Paket bantuan ini akan membentuk dana jaminan pinjaman yang memungkinkan bagi pelaku bisnis kala tidak memiliki pemasukan untuk membayar biaya rutin.

Selain itu, ada pula pula program yang memungkinkan perusahaan kecil dengan jumlah karyawan 500 orang atau kurang mendapatkan pengampunan pinjaman, dengan syarat tertentu. Mayoritas bioskop AS disampaikan NATO masuk ke dalam definisi bisnis kecil.

Dampak bantuan itu juga berpengaruh pada penangguhan pajak upah karyawan. Komponen utama dari paket bantuan ini adalah peningkatan tunjangan pengangguran, termasuk asuransi pengangguran yang diperluas empat bulan, serta peningkatan pembayaran mingguan sebesar USD 600 dan melonggarkan persyaratan kelayakan untuk pekerja paruh waktu.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts