Bela Ria Ricis, dr Tirta Malah Dikira Riya' Donasi Lawan Virus Covid-19
Instagram/riaricis1795
Selebriti
Kontroversi Ria Ricis,Seleb vs Corona

Dokter Tirta Mandira Hudhi sempat mengajak netter memberikan dukungan buat Ria Ricis yang kabarnya akan berdonasi untuk penyembuhan pasien Corona. Namun jiwa sosial dokter asal Solo itu malah diremehkan beberapa pihak.

WowKeren - Ria Ricis dibully netizen usai nekat syuting tanpa izin di luar ruangan. Meski telah meminta maaf, Ricis masih tetap disindir tak benar-benar menyesal dan hanya ingin viral.

Sikap sadis netter membuat pejuang anti corona, dr Tirta MAndira Hudhi jadi prihatin. Ia sempat memberikan dukungan pada Ricis.


dr Tirta meminta agar netizen justru memberikan masukan positif buat Ricis. Ia juga menyebut kalau Ricis menghubunginya untuk gerakan sosial.

Kemunculan dr Tirta pun tak kalah menuai sorotan dari aksi Ricis. Disaat Corona mengancam, dr Tirta yang juga pengusaha bisnis cuci dan perawatan sneakers kini sibuk menggalang donasi untuk membantu pasien dan tenaga medis.

Ia sempat dipuji karena aktif mengirim bantuan ke beberapa rumah sakit. Bukan cuma berjiwa sosial, dr Tirta juga membuat netter kagum dengan gaya trendy saat ia mengirim bantuan.

Namun dokter dengan rambut pink itu malah disentil berniat riya' alias pamer ketika melakukan kegiatan amal. Demi menghapus tudingan miring itu, dr Tirta langsung memberikan bantahan tegas.

Ia mengaku membagikan kegiatan sebagai bukti tanggung jawabnya pada para donatur. Ini karena sumbangan tersebut diperoleh dari berbagai pihak.

"Makasih @puskestni menyambut kami di wisma atlet Once again. Yang bilang “bantuan kok dipamerin” Mas mbak. Ini kan dana umat, harus transparan , foto d medsos bisa menjadi bukti penyaluran," kata dr Tirta. "Jadi jangan apa2 “bantuan kok riya” jadi orng jangan suudzon mulu cuk. Gue gajul juga ntar lu hahaha."

Dokter yang juga seorang mualaf itu sebelumnya pernah mengungkap motivasinya berdedikasi memberantas virus Corona. Karena kondisi fisiknya lemah, dr Tirta yang memutuskan rehat mengurus pasien itu mendapat masukan dari Prof Iwan Dwiprahasto, Guru besar Farmakologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKMKK) UGMG.

"Prof Iwan bilang 'Jadi dokter nggak selalu berjuang di belakang jas praktik, bisa di kursi lain, di situ ide kamu akan berguna, nggak hanya buat pasien, tapi buat temanmu, tenaga medis, Tirta, berjuanglah dengan caramu sendiri'," pesan Prof Iwan kepada Tirta. "Prof Iwan nasehatin 'Tabunglah uang dari usahamu, berjuang, naikkan derajat tenaga medis, amankan pasien, buat RS! Siapa tahu kamu bisa'."

Saat tahu Prof Iwan juga menjadi korban dari virus Corona dan meninggal, dr Tirta bergerak cepat menggalang donasi. "Gue nggak dikasi biaya, gue pake duit gue sendiri, dan tiba-tiba Kitabisa.com akhirnya memutuskan bantu gue. Ini perkara sumpah yang gue ambil. Dokter. Gue akan jaga kawan-kawan gue di garda IGD. Meski nyawa gue taruhannya," katanya.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts