Anies Bongkar Fakta Memprihatinkan Soal Corona, 'Jakarta Sudah Gawat Darurat' Langsung Trending
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantas membongkar sejumlah fakta mengenai layanan kesehatan terkait pasien Covid-19 yang cukup memprihatinkan di Ibu Kota kala menjadi bintang tamu di video Deddy Corbuzier.

WowKeren - DKI Jakarta kini menjadi wilayah dengan jumlah pasien positif terjangkit virus corona (Covid-19) tertinggi di Indonesia. Secara nasional, jumlah kasus corona di Indonesia telah mencapai 1.155 pasien per Sabtu (28/3) hari ini, 627 orang di antaranya berada di DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantas membongkar sejumlah fakta mengenai layanan kesehatan terkait pasien Covid-19 yang cukup memprihatinkan di Ibu Kota. Hal ini disampaikan Anies dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Jumat (27/3) kemarin.


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut awalnya membagi pasien Covid-19 dalam 3 kelas. Yakni kelas berat atau parah, sedang, dan biasa.

Menurut Anies, saat ini tercatat ada 5 persen pasien di kelas berat atau parah, 15 persen di kelas sedang, dan 80 persen di kelas biasa. Anies lantas menjelaskan bahwa pasien yang berada di kelas berat dan atau sedang mencakup orang-orang yang memiliki penyakit asma, jantung, diabetes, ataupun usia lanjut.

Mereka juga membutuhkan perawatan di ruang ICU. Anies lalu menyebut bahwa pihak yang paling penting untuk merawat pasien di kelas berat dan atau sedang adalah Dokter Spesialis Paru-Paru dan Spesialis ICU.

Deddy lantas menanyakan berapa jumlah tenaga medis spesialis tersebut di Ibu Kota. "Di Jakarta 200," jawab Anies.

Lebih lanjut, Anies menegaskan bahwa tenaga medis spesialis tersebut tak boleh berkurang. Pasalnya, peran mereka sangat penting dalam menangani pasien di kasus berat dan sedang.

"Dua ini (spesialis) tidak boleh sampai berkurang jumlahnya karena merekalah yang akan mengurusi 20 persen," tutur Anies. "Yang 80 persen masuk ke kamar biasa."

Sementara itu, Anies menyebut bahwa kapasitas 5 rumah sakit di Jakarta yang menjadi rujukan Covid-19 adalah 172 ICU dan 1.299 kamar reguler. Dengan kapasitas yang terbatas tersebut, tutur Anies, maka angka penyebaran Covid-19 harus ditekan.

"Saya ini melihat kapasitas kita. Kita ini kapasitasnya adalah nampung orang sebanyak 1.372, itu kapasitas kita," ungkap Anies. "Jadi begitu saya lihat angkanya makin naik saya tahu persis ini warga saya harus saya lindungi kalau kita tidak bergerak cepat, sulit."

Diskusi Anies dengan Deddy ini lantas ramai diperbincangkan oleh warganet. Kata kunci "Jakarta Sudah Gawat Darurat" bahkan masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia.

Anies Baswedan

Twitter

"Pak Anies, aku menghormati antisipasi Anda terkait penyebaran virus corona. Serius. Sehat terus Pak Anies dan semua orang! Sedih sih but, i kno we can do it guys, yall are the good people. yu bisa yu!" komentar akun @mu***ur. "Beneran deh pak @aniesbaswedan. Terima kasih untuk aksi cepat anda demi menekan penyebaran pandemi ini. Penjelasan anda juga sangat gampang dimengerti, aku menyemangatimu untuk melakukan yang terbagi bagi warga Jakarta," timpal akun @rd***eu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts