Kasus Corona Bertambah Tiap Hari, Pemerintah Prediksi Pertengahan Mei Jadi Puncak Pandemi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sejumlah ilmuwan memprediksi kapan puncak dan berakhirnya pandemi corona di Indonesia. Juru bicara pemerintah dalam menangani Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan perhitungan tersebut bisa benar juga tidak.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan setiap harinya. Hingga Sabtu (28/3), pemerintah mengumumkan penambahan penambahan 109 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Sehingga jumlah total pasien positif COVID-19 di Tanah Air menjadi 1.155 orang.

Adanya pertambahan tersebut tentunya membuat sejumlah ilmuwan memprediksi puncak virus corona di Indonesia. Tak sedikit bahkan yang menyebutkan bahwa puncaknya akan berada di pertengahan bulan Mei 2020.


Menanggapi prediksi tersebut, Juru Bicara Pemerintahan untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan perhitungan itu bisa benar dan bisa juga tidak. "Perhitungan itu bisa benar bisa enggak," ujarnya, Sabtu (28/3).

Yuri lantas menatakan bahwa perlu dilakukan karantina agar pandemi corona di Indonesia cepat berakhir. Ia juga mengatakan bahwa saat ini orang yang terinfeksi masih sulit diketahui lantaran tidak memiliki gejala yang signifikan.

"Orang dikarantina itu artinya dicegah terjadinya penularan. Caranya adalah yang sakit tidak boleh ketemu sama yang sehat. Kan masalahnya kita nggak tahu siapa yang sakit," jelasnya. "Pada orang yang masih sehat yang muda nggak ada keluhan apa-apa lho."

Terkait prediksi yang diungkapkan oleh para ilmuwan, Yuri mengatakan bahwa hal tersebut berdasarkan perhitungan penambahan kasus perharinya. Bahkan, ada ilmuwan lain yang memprediksi bahwa puncak pandemi corona di Indonesia terjadi pada akhir April.

"Artinya, ramalan atau kajian dari banyak imun termasuk yang saya baca juga perhitungannya mereka sama-sama menghitung dari penambahan hari perhati, terus perilaku masyarakat itu dihitung semua sama dia, dihitung dengan cara seperti itu 'waduh kalau seperti ini caranya kurang lebih baru bisa mencapai puncak di sekitar April," paparnya.

Apabila jaga jarak fisik terus dilakukan bukan tidak mungkin pada minggu keempat April kasus corona akan menurun. Yuri pun mengatakan bahwa mayoritas perkembangan kasus corona di seluruh dunia relatif sama.

"Ada yang mengatakan kalau social distancing-nya berhasil itu pada minggu kedua ketiga april itu puncak," pungkasnya. "Setelah itu akan penambahan kasus baru lebih dikit. Hampir sama grafiknya di Wuhan, di mana-mana. Naik, terus turun."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts