Pemerintah Pusat Akan Segera Atur Karantina Wilayah, Apa Bedanya Dengan Lockdown?
Nasional
Pro-Kontra Lockdown

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sendiri akhirnya mengaku saat ini sedang menggodok Peraturan Pemerintah (PP) soal karantina wilayah.

WowKeren - Pandemi virus corona (Covid-19) yang semakin meluas di Indonesia membuat pemerintah pusat menggodok sejumlah kebijakan baru sebagai antisipasi. Hingga Minggu (29/3) hari ini, jumlah pasien yang positif terjangkit Covid-19 di Indonesia telah mencapai 1.285 orang.

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sendiri akhirnya mengaku saat ini sedang menggodok Peraturan Pemerintah (PP) soal karantina wilayah. Mahfud menyebut PP itu dibentuk sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona penyebab Covid-19.


Lantas, apakah konsep karantina wilayah ini sama dengan lockdown? Menurut Mahfud, karantina wilayah dan lockdown adalah dua konsep yang berbeda.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menjelaskan bahwa karantina wilayah merupakan istilah tersendiri yang ada dalam UU No. 6 Tahun 2018. Yaitu pembatasan pergerakan orang untuk kepentingan kesehatan di tengah-tengah masyarakat.

Mahfud menjelaskan bahwa karantina wilayah sebenarnya merupakan istilah lain dari physical distancing atau social distancing yang kini telah diterapkan oleh pemerintah. Alasan pembuatan PP Karantina Wilayah ini adalah supaya Pemerintah Daerah (Pemda) tidak membuat kebijakan sendiri- sendiri.

"Kebetulan RPP-nya sudah ada di Kemenko PMK dan kita tinggal mendiskusikannya lagi," terang Mahfud dilansir Tirto pada Minggu (29/3) hari ini. "Tapi saya pastikan tidak ada lockdown melainkan karantina kewilayahan."

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengambil kebijakan lockdown di tengah pandemi corona ini. Pasalnya, tutur Jokowi, Indonesia tak dapat disamakan dengan negara-negara lain yang kini telah menerapkan lockdown.

"Ada yang bertanya kepada saya, kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan?" ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Perlu saya sampaikan, bahwa setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki budaya yang berbeda-beda, memiliki kedisiplinan yang berbeda-beda."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts