Belum Ada Vaksinnya, Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya Bongkar Cara Sembuhkan Pasien Corona
rsudrsoetomo.jatimprov.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Direktur RSU dr Soetomo Surabaya dr Joni Wahyuhadi membenarkan bahwa vaksin Covid-19 hingga kini masih belum ditemukan. Ia pun mengungkapkan sejumlah cara untuk menyembuhkan pasien corona.

WowKeren - Indonesia kini tengah "berperang" melawan pandemi virus corona (Covid-19). Hingga Minggu (29/3) hari ini, total jumlah pasien yang positif terjangkit virus corona telah mencapai 1.285 orang.

Hingga kini, vaksin Covid-19 sendiri masih belum ditemukan. Lantas, bagaimana cara menyembuhkan pasien yang telah terjangkit virus corona?


Direktur RSU dr Soetomo Surabaya dr Joni Wahyuhadi lantas menjawab pertanyaan tersebut. Menurut Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur tersebut, virus corona bisa disembuhkan apabila pasien memiliki ketahanan tubuh yang baik.

"Jadi sembuh itu begini ya, virus ini (Covid-19) sampai saat ini hanya mati dengan ketahanan tubuh," tutur Joni di Surabaya pada Minggu (29/3). "Jadi kalau virus obatnya sesungguhnya pencegahan dengan vaksin, maka virus tidak bisa masuk. Tetapi saat ini belum ada vaksin yang bisa menyembuhkan dari Covid-19."

Lebih lanjut, Joni mencontohkan pasien positif corona yang pernah ditangani oleh pihaknya. Joni mengungkapkan bahwa kondisi pasien yang terjangkit Covid-19 itu menurun. Kondisi tersebut membuat pasien mendapatkan infeksi di paru-paru.

"Nah saat kondisi menurun biasanya muncul infeksi di paru-paru gejala sesak napas, masalah di sistem pencernaan perut," ungkap Joni. "Lalu apa obatnya saat infeksi? Ya kita beri antibiotik untuk mengatasi infeksi tersebut."

Joni juga menyebut ada cara lain yang dapat digunakan untuk mengatasi Covid-19. Cara tersebut disesuaikan dengan gejala yang dialami oleh pasien.

"Sebetulnya virus corona itu ya obatnya suportif. Kalau sesak napas ya jalan napasnya dibantu dengan diberi oksigen. Jadi jalan napasnya dibantu, diinfus nutrisi, vitamin. Lalu juga dibuat suasana nyaman, itu sudah cukup," pungkas Joni. "Saat pasien positif corona punya komplikasi penyakit khusus, baru penanganan yang sangat khusus."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts