Corona Ternyata Bawa Efek Positif, Kualitas Udara Sampai Tingkat Kriminalitas Ikut Terdampak
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sejumlah pakar membeberkan dampak positif di balik wabah pandemi Corona yang belakangan begitu menggegerkan dunia. Salah satunya terkait kualitas udara yang membaik.

WowKeren - Wabah virus Corona menghantam telak berbagai sektor kehidupan. Mulai dari kesehatan sampai ekonomi, semua nyaris luluh lantak dihajar makhluk mikroskopis penyebab penyakit saluran pernapasan itu.

Namun ternyata masih ada sisi positif dari wabah ini. Sebab belum lama ini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan kualitas udara di wilayah Indonesia bagian barat, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Jawa jauh lebih bersih.


LAPAN membandingkan kondisi udara di wilayah tersebut dengan periode Maret 2019. LAPAN menyebut ada perubahan kualitas udara yang terjadi juga teramati di wilayah-wilayah lain seperti Tiongkok dan Eropa.

"Perubahan kualitas udara di wilayah Indonesia (bagian) barat saat ini dibandingkan tepat satu tahun yang lalu," jelas LAPAN lewat postingan di Instagram-nya, Minggu (29/3). "Nampak pada saat wabah virus corona pada Maret 2020 ini, kualitas udara jauh lebih bersih."

Hal senada juga disampaikan oleh Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika. Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, menyebut ada perbaikan kualitas udara karena kadar emisi gas buang transportasi dan industri berkurang drastis.

"Emisi gas buang berkurang drastis," tutur Siswanto, dilansir dari CNN Indonesia. "Karena kebijakan per wilayah dalam menanggulangi penyebaran virus Corona."

Selain soal perbaikan kualitas udara, rupanya penetapan work from home dan gerakan social distancing yang diterapkan pemerintah untuk mengatasi wabah Corona juga berdampak positif terhadap angka kriminalitas. Setidaknya di DKI Jakarta saja, ada penurunan jumlah laporan dan temuan kejahatan.

"Memang ada penurunan sampai saat ini. Baik dari jumlah, kejahatannya maupun jumlah laporan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (27/3). "Kami sedang hitung pasti angka penurunannya."

Polda Metro Jaya sendiri berharap agar tren penurunan ini tetap terjaga bahkan sampai wabah berakhir. "Kami, harapkan tren ini bisa bertahan dan terus menurun, sehingga Jakarta lebih aman lagi. "Kami, harapkan tren ini bisa bertahan dan terus menurun, sehingga Jakarta lebih aman lagi," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts