Donasi APD 'Mubazir', Ini Standar Masker dan Hazmat di RS Darurat Wisma Atlet
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dokter di RS Darurat Wisma Atlet, Debryna Dewi Lumanauw, mengungkap standar yang tepat untuk masker dan hazmat yang bisa disumbangkan buat tenaga medis mengingat resiko terpapar cukup tinggi.

WowKeren - Gerakan sosial membantu tenaga medis di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 tengah digalakkan. Sejumlah pihak mengirimkan bantuan berupa APD dan juga chamber disinfektan.

Bahkan sebagian mengirimkan makanan dan juga minuman agar para tenaga medis maupun relawan bisa bekerja dengan maksimal. Dokter Debryna Dewi Lumanauw yang menjadi salah satu tenaga medis di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, sempat angkat bicara soal bantuan APD.


Ia berterima kasih atas kepedulian banyak pihak. Namun dokter cantik itu mengungkap fakta mengejutkan terkait donasi APD yang telah diterima pihak RS Darurat.

Dokter Debryna menghargai usaha banyak orang. Sayangnya tak semua APD itu bisa digunakan mengingat standar untuk penggunaan masker dan hazmat untuk tenaga medis cukup ketat.

Masker-Hazmat

Sumber: InstaStory Dokter Debryna

"Yang kita pakai masker N95 dan masker bedah. Sayangnya masker kain tidak bisa kita pakai di sini. Untuk Coverall (penutup tubuh). Ini spesifikasi yang kita pakai di sini. Yang penting water resistant, nutupin seluruh bagian tubuh," kata dokter Debryna. "Untuk yang lebih detil lagi (kalau mau buat), hidden zip. Prefer di belakang, hoodie nyambung, ada karet supaya pas di tangan, kaki dan tubuh."

Dokter Debryna menggunggah foto masker maupun alat pelindung tubuh (hazmat) yang dipakai tenaga medis di Wisma Atlet. Rupanya masker maupun alat pelindung tubuh itu tidak boleh berlubang.

Saran Donasi

Sumber: InstaStory Dokter Debryna

"Tiga alasan kenapa saya share APD lebih detil: 1. Orang-orang sangat baik mau berdonasi APD. Sayangnya karena tenaga medis resiko terpapar lebih tinggi, maka kita mau nggak mau memakai APD yang sesuai standar. Jadi banyak donasi yang nggak bisa terpakai di sini. Daripada mubazir, lebih cocok didonasikan buat saudara yang tidak memiliki masker. Selalu konfirmasi dulu sebelum mengirim donasi," katanya. "2.Penting untuk dimengerti semua orang bahwa kita nggak main-main. Semua orang mengerahkan upaya terbaik untuk kebaikan semua orang. Jadi jangan ada hoax dokter wisma nggak turun karena nggak ada APD. 3. Sekedar penjelasan kenapa kita eman dan malas untuk buang APD. Jadi mending tahan pipis, makan dan minum selama shift hehee."

Donasi Makanan-Minuman

Sumber: InstaStory Dokter Debryna

Dokter Debryna juga mengingatkan agar donatur tak kalap melakukan donasi. Pasalnya momen donasi justru dibutuhkan saat Covid-19 memasuki masa puncak yang diprediksi pada April mendatang.

"Merasa sangat senang atas antusiasme kalian karena menyumbangkan PPE (APD), makanan, minuman buat kami. Kami merasa sangat senang, terima kasih," serunya. "Tapi izinkan aku memberikan pendapat pribadi. Saat ini kami berkecukupan stok dan saya rasa teman-teman di RS Lain juga demikian. Tapi ini belum peak dari penyerangan covid, tak ada salahnya menahan diri untuk mengirimkan makanan dan minuman. Emang cukup sedih mau membantu saja perlu strategi, tapi selalu berkomunikasi adalah kuncinya. Jangan sampai ada fenomena ekonomi melemah, donasi berkurang, masyarakat kekurangan karena resourcesnya sudah habis untuk donasi dan yang sekarang ini (yang banyak jadi mubazir)."

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts