Khofifah Telah Putuskan Nasib Jatim ‘Lawan’ Corona, Pastikan Lockdown?
Nasional
Pro-Kontra Lockdown

Gubernur Khofifah Indar Parawansa akhirnya telah memutuskan nasib Jawa Timur (Jatim) dalam menghadapi penyebaran virus corona (COVID-19). Pastikan lockdown?

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami peningkatan setiap harinya. Berdasarkan data dari covid.go.id hingga Senin (30/3), sebanyak 91 orang dinyatakan positif terkena virus corona.

Sementara itu, pasien dari Jatim yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 sebanyak 16 orang, sedangkan korban meninggal dunia sebanyak 8 orang. Kemudian pasien dalam pantauan (PDP) sebesar 366 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 5.812 orang.


Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa akhirnya menerapkan langkah tegas dalam menghadapi virus corona di wilayahnya. Ia memastikan tetap tidak akan melakukan karantina wilayah (lockdown) di sejumlah wilayah Jatim yang menjadi zona merah penyebaran COVID-19.

Namun, Khofifah lebih memilih isolasi berbasis wilayah. Isolasi berbasis wilayah ini rupanya telah diterapkan di beberapa kabupaten/kota di setiap RT atau RW dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, Khofifah juga mengatakan pihaknya akan terus mendorong masyarakat agar mematuhi physical distance.

”Kami sampai saat ini tidak menggunakan terminologi lockdown/karantina. Di beberapa kabupaten/kota tertentu sudah isolasi wilayah berbasis RT atau RW,” kata Khofifah di Grahadi, Senin (30/3). “Dan sudah sejak empat hari lalu, kita juga memberlakukan tertib physical distance (jarak fisik) dengan menutup akses dari jam tertentu.”

Khofifah juga menjelaskan pihaknya terus melakukan penelusuran jejak (tracing) terhadap warga yang berinteraksi dengan pasien positif corona. Menurutnya, dengan isolasi berbasis wilayah di setiap RT/RW mampu menemukan hasil tracing yang signifikan.

"Hal yang dilakukan di Jatim yakni melakukan isolasi berbasis wilayah” ujar Khofifah. “Baik dalam skala RT atau RW berdasarkan hasil tracing (penelusuran) yang telah terkonfirmasi.”

Lebih lanjut Khofiah meyakini jika hal tersebut dapat memaksimalkan kedisiplinan masyarakat agar tidak berkerumun. Terlebih dititik-titik yang berpotensi terjadi penyebaran virus corona.

”Proses eliminasi kemungkinan penyebaran itu dilakukanlah tertib physical distancing dengan menutup jalan tertentu, area permukiman tertentu dan jam tertentu,” ungkap Khofiah. “Itu yang dilakukan Pemprov Jatim untuk terus menekan angka penyebaran COVID-19.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts