Pasien Sembuh Corona di Solo Bagikan Pengalamannya, 1 Gejala Penting Ini Paling Disorot
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Purwanti merupakan salah satu penyintas COVID-19 di Solo, Jawa Tengah, yang belum lama ini membagikan pengalamannya melawan penyakit tersebut. Ia mengungkap ada 1 gejala penting yang begitu dirasakannya.

WowKeren - Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia memang terus mengalami peningkatan. Selain kasus positifnya, jumlah pasien yang sembuh serta meninggal dunia juga diperbarui setiap hari oleh pemerintah.

Untuk jumlah pasien sembuh dan meninggal ini pun sangat menyita perhatian masyarakat. Sebab angka pasien yang meninggal hingga Senin (30/3) masih mengalami peningkatan, bahkan jumlahnya nyaris dua kali lipat dari jumlah pasien sembuh.


Salah satu pasien positif COVID-19 adalah dari Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pasien itu bernama Purwanti yang belakangan berkenan membagikan pengalamannya kala berjuang mengalahkan virus yang menyerang sistem pernapasannya itu.

Kisahnya diungkap lewat percakapannya dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dalam kesempatan itu, Purwanti mengaku tak merasakan gejala apapun selayaknya pasien positif COVID-19 lainnya.

Ia mengungkap tertular virus tersebut dari sang suami yang sempat mengikuti seminar di Bogor, Jawa Barat pada 24-29 Februari 2020. Malam hari usai mengikuti rangkaian seminar, sang suami mengalami demam tinggi dan Purwanti pun hanya memberikan obat biasa dari warung.

"Pagi kok saya pegang masih anget gitu. Terus saya periksa ke klinik, terus habis itu sudah reda panasnya," jelasnya, dilansir dari Kompas, Selasa (31/3). "Tapi hari Jumat kok panas lagi, terus dibawa ke RS Yarsis. Dokter bilang bapak sakit tifus."

Perawatan sang suami di rumah sakit lah yang kemudian mengantarkannya pada fakta bahwa virus Corona sudah menjangkiti keluarganya. Usai sang suami dinyatakan positif terjangkit COVID-19, bahkan kini telah meninggal dunia karenanya, tim medis juga menyatakan Purwanti terinfeksi virus yang sama.

Alhasil dirinya pun dijemput oleh pihak medis RSUD Dr Moewardi Solo dan dirawat di ruang isolasi. Saat menjalani perawatan itupun Purwanti mengaku tak merasakan gejala selayaknya pasien COVID-19 lain seperti demam tinggi, batuk, pilek, atau sesak napas.

Namun Purwanti mengungkap ada satu gejala yang begitu dirasakannya selama masa isolasi. Yakni dirinya yang merasa terus-menerus kehausan.

"Waktu dirawat saya ditanya dokter keluhannya apa, ndak ada. Cuma waktu itu di rumah sakit itu rasane ngelak (haus) gitu lho, Pak," terang Purwanti. "Minum terus gitu rasane cuma itu thok."

Terkait dengan kesembuhannya, Purwanti mengaku "sangat berutang" pada jamu empon-empon alias rerempah yang rutin dikonsumsinya sejak sang almarhum suami dirawat. Selain itu, ia juga rutin mengonsumsi vitamin.

"Dari awal Bapak masuk ke Moewardi, saya tiap hari minum vitamin itu lho, Pak. Saya di rumah gitu sama kakak juga dibuatin jamu. Ramuan jamu-jamu itu lho Pak," tutur Purwanti. "Macam-macam jamu, semua empon-empon dicampur jadi satu, tak (saya) minum."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts