Isolasi Diri Ancam Kesehatan Mental, Psikolog UGM Beri Tips Ini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Isolasi diri demi mencegah penularan virus corona (COVID-19) mengancam kesehatan mental, psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan tips penting ini.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap harinya. Hingga Selasa (31/3), kasus corona di Indonesia mencapai 1.528 pasien positif COVID-19.

Pandemi virus corona ini telah membuat masyarakat berusaha mengikuti berbagai anjuran untuk memutus rantai penularan virus. Salah satunya adalah dengan melakukan isolasi mandiri secara disiplin sesuai anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Namun, isolasi mandiri disebutkan akan membuat seseorang menjadi lebih rentan dan bisa mempengaruhi kesehatan mental. Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Diana Setiyawati menyebutkan berbagai reaksi umum yang dapat terjadi saat seseorang mengisolasi diri.

”(Reaksi yang muncul) rasa cemas, khawatir, gelisah, dan frustrasi,” ujar Diana dalam keterangan tertulis yang dikirim Humas UGM, seperti dilansir dari Detik pada Selasa (31/3). “Kerap muncul ketika dihadapkan pada situasi yang penuh dengan ketidakpastian.”

”Reaksi lainnya yang sering terjadi adalah marah, bosan, serta kesepian,” sambungnya. “Selain itu, kekhawatiran untuk bisa merawat keluarga, baik anak maupun orang tua, dengan baik.”

Diana lantas membagikan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ancaman kesehatan mental kala melakukan isolasi diri di rumah. Menurutnya, sangat penting untuk terus menjalin komunikasi dengan orang lain melalui sejumlah media.

Sebagai contoh seseorang bisa mengirimkan pesan-pesan maupun menelepon hingga melakukan video call terhadap keluarga, saudara, dan teman. Koneksi hubungan dengan orang lain dipercaya dapat selalu menjaga kondisi mental tetap stabil.

”Cara lain adalah dengan terus mempertahankan pikiran dan harapan positif,” saran Diana. “Serta mengkomunikasikan hal yang mengganggu pada orang lain yang bisa dipercaya atau psikolog.”

Berbagai kampanye #DiRumahSaja yang kerap bermunculan di media sosial diyakini dapat dimaknai secara positif oleh setiap masyarakat. Diana mengatakan isolasi diri dapat dimanfaatkan untuk melatih berbagai keterampilan seperti mengembangkan hobi.

”Bisa untuk mempelajari cara berkebun, membuat kue, mendesain, dan sebagainya,” terang dosen sekaligus peneliti Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM ini. “Manfaatkan waktu untuk beribadah dan berdoa bersama keluarga.”

Diana juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu stres terkait berbagai macam pemberitaan seputar corona di media. Masyarakat diminta tetap mengedukasi diri dan memilah informasi yang bisa terpercaya terkait COVID-19 agar tidak membuat kondisi kesehatan mental terpuruk karena takut atau khawatir berlebihan.

Terakhir, Diana memberikan tips untuk mengatasi kecemasan berlebihan. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengakui ketidakpastian yang muncul dalam diri serta berusaha melakukan relaksasi dengan mengambil napas panjang dan keluarkan. Berbicara dengan ahli dan mendekatkan diri kepada Tuhan juga dinilai dapat membantu.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts