Gunakan Permodelan Matematika, Alumni UI Prediksi Corona Berakhir Juni
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Para Alumnus Matematika Universitas Indonesia (UI) membuat penelitan untuk memprediksi akhir pandemi Corona di Indonesia. Mereka membuat tiga skenario untuk menggolongkan pasien Corona.

WowKeren - Perkembangan penyebaran virus Corona (COVID-19) di berbagai negara, termasuk di Indonesia, terus meningkat. Jumlah kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Tanah Air telah menembus angka seribu. Lantas, sampai kapan kita harus berjuang melawan pandemi ini?

Para Alumnus Departemen Matematika Universitas Indonesia (UI) mencoba menjawab pertanyaan tersebut menggunakan sebuah permodelan matematika. Dalam Simulasi COVID-19 yang dibuat oleh Barry Mikhael Cavin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Yonatan Hamonangan, serta Imanuel M Rustijono ini, terdapat tiga skenario yang mencoba untuk memprediksi akhir pandemi Corona di Indonesia.


Data yang mereka gunakan untuk simulasi adalah data kasus kumulatif yang dipublikasikan oleh kawalcovid19.id dari 2 Maret hingga 29 Maret 2020. Data tersebut kemudian diaplikasikan dalam kurva eksponensial dan dihitung secara matematis untuk mendapatkan nilai estimasi kasus virus Corona.

Selanjutnya nilai estimasi digunakan untuk menghitung nilai awal dari beberapa kuantitas pada model SIRU, yakni Infected dan Unreported Case. Peneliti meyakini dalam kasus COVID-19 banyak orang yang terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala, seperti yang terjadi di negara lain.

Gunakan Permodelan Matematika, Alumni UI Prediksi Corona Berakhir Juni

Instagram

Peneliti kemudian mengamplikasikannya dalam grafik yang menunjukkan banyaknya kasus positif baru dan banyaknya penambahan orang yang terinfeksi per hari. Terbagi menjadi tiga golongan, Infected sebanyak 900 orang, Reported ada 500 orang, dan Unreported tercatat lebih dari 3.000 orang.

Infected sendiri adalah golongan yang sudah terinfeksi virus namun belum menunjukkan gejala. Sedangkan Reported adalah orang yang sudah terinfeksi dengan gejala dan sudah dilaporkan. Dan yang terakhir ada Unreported, yakni individu yang telah terinfeksi dengan gejala namun tidak melaporkan karena gejala yang muncul tidak berat.

Dari data tersebut terlihat bahwa jumlah orang yang terinfeksi lebih banyak daripada orang yang terkonfirmasi positif. Berdasarkan estimasi ini, pandemi COVID-19 diprediksi akan mencapai puncaknya pada 16 April 2020 dengan kasus mencapai 546 positif baru, dengan akumulasi kasus positif mencapai 17.000 kasus. Pandemi diperkirakan akan berakhir pada Mei hingga awal Juni 2020.

Dalam hal ini, menurut peneliti ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi ledakan kasus, atau setidaknya menekan jumlah kasus virus Corona di Indonesia. Salah satunya adalah menerapkan physical distancing.

Ketika implementasi physical distancing dijalankan secara serius dan disiplin, maka interaksi antarmanusia bisa seminim mungkin dan menyelamatkan banyak orang dari infeksi virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19. Semakin cepat interaksi antarmanusia dikurangi maka semakin baik untuk menekan banyak pasien positif baru per hari.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts