Dua Daerah Indonesia Ini Masih Bebas Virus Corona, Mana Saja?
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wabah virus corona telah meluas di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, dua daerah ini rupanya masih aman alias nihil dari kasus COVID-19. Dimana saja?

WowKeren - Penyebaran wabah virus corona (COVID-19) di Indonesia semakin meluas. Beberapa wilayah di penjuru Indonesia telah menyatakan memiliki kasus positif corona di Indonesia. Namun, ada dua daerah di Tanah Air yang masih terbebas dari COVID-19.

Data sebaran kasus dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaporkan sebanyak 32 provinsi terkena virus corona. Kasus COVID-19 tertinggi sendiri berada di provinsi DKI Jakarta


Meski virus corona telah menyebar di 32 provinsi, ada dua provinsi yang masih nihil kasus corona. Kedua provinsi tersebut adalah Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bahkan, kedua provinsi tersebut juga sama sekali belum melaporkan adanya pasien dalam pemantauan (PDP). Sementara orang dalam pemantauan (ODP) juga sama sekali belum mengalami gejala klinis mirip virus corona.

Namun berdasarkan pemberitaan media setempat, NTT telah memiliki 558 ODP. Jumlah terbanyak ODP yang berada di NTT diketahui didominasi di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore bersama Wakilnya yaitu Hermanus Man telah juga telah menjalani rapid test atau uji cepat virus corona pada Sabtu (28/3) lalu. Hasilnya, keduanya dinyatakan negatif terkena COVID-19.

Keduanya menjalani pemeriksaan tes corona karena sempat bepergian ke luar daerah yang terjangkit COVID-19. Diketahui, Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore bersama sejumlah kader Partai Demokrat NTT sempat mengikuti Kongres Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (15/3) silam. Padahal, Jakarta saat itu telah masuk ke dalam kategori zona merah.

NTT sendiri saat ini justru sedang berjuang melawan banyaknya kasus demam berdarah (DBD). Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan jumlah penderita DBD di wilayahnya menyentuh angka 4.034 jiwa dengan korban jiwa sebanyak 47 orang sejak awal Januari hingga Maret 2020.

Sementara itu, Gorontalo mencatatkan 101 orang yang masuk dalam daftar ODP hingga Minggu (29/3). Pemprov Gorontalo lantas melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yaitu dengan menghentikan sementara kunjungan warga negara asing (WNA) dan Tenaga Kerja Asing (TKA).

”Menunda Kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk masuk di wilayah kabupaten atau kota di Provinsi Gorontalo,” demikian bunyi poin kesatu surat edaran tersebut sebagaimana dikutip dari situs resmi Pemprov Gorontalo. “Baik melalui akses atau pintu masuk darat, laut dan udara.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts