Lelucon Corona Kim Jaejoong Disindir Media Asing, Netizen Sebut Malu-Maluin Korea
Topstar News
Selebriti
April Mop Ala K-Pop

Lelucon April Mop tentang dirinya terinfeksi virus Corona telah diangkat menjadi berita oleh berbagai media lokal maupun asing. Kim Jaejoong tak luput dari sindiran media asing.

WowKeren - Kim Jaejoong (dulu Hero Jaejoong) JYJ mengumumkan pada 1 April bahwa ia berada di rumah sakit karena terinfeksi virus Corona atau COVID-19. Namun ia kemudian mengungkapkan bahwa itu adalah lelucon April Mop, membuatnya dikecam publik.

Begitu leluconnya menuai komentar negatif, Kim Jaejoong segera menghapus postingannya dan meminta maaf. Namun pengakuan tentang dirinya terinfeksi virus Corona telah diangkat menjadi berita oleh berbagai media lokal maupun asing. Setelah mengungkap bahwa itu hanya lelucon April Mop, Jaejoong tak luput dari sindiran media asing.


The New York Times misalnya, merilis berita dengan judul, "Ini adalah April Mop, jadi bintang K-Pop membuat lelucon tentang virus Corona." Artikel menyoroti bagaimana penggemar tidak terhibur oleh lelucon yang dibuatnya.

Lelucon Corona Kim Jaejoong Disindir Media Asing, Netizen Sebut Malu-Maluin Korea

Source: Nate

Laporan media asing tentang lelucon Kim Jaejoong membuat netizen semakin menghujatnya. Ia disebut mempermalukan Korea Selatan di mata dunia.

"Ini bukan komentar benci. Dia bahkan tidak berusia dua puluhan. Dia sudah memasuki usia tiga puluhan dan masih menganggap lelucon ini pantas, dan itu membuatku mempertanyakan IQ-nya. Ini sangat mempermalukan Korea di mata internasional. Tolong berhenti menuangkan uang ke selebritis tak berbakat dan tak punya otak ini yang tak punya apa-apa selain wajah. Bukankah salah jika orang seperti dia cukup kaya untuk memiliki gedung? Baik, katakanlah intelijen tidak memiliki standar. Tapi dia keterlaluan."

"Bahkan ini sampai ke The New York Times. Aku sangat malu untuknya."

"Pada titik ini, jelas bahwa dia tidak punya otak sama sekali. Dia bodoh karena tidak memikirkan konsekuensi dari leluconnya dan masih bodoh karena tidak mempertimbangkannya."

"Memalukan bagi negara kita."

"Apakah dia gila? Apakah dia benar-benar tidak berpikir seperti itu? Aku tidak percaya orang bodoh seperti dia mempermalukan negara kita seperti ini. Apa gunanya otakmu?"

"Bicara tentang rasa malu total untuk negara kita. Aku benar-benar malu untuknya."

"Kau harus lebih berhati-hati seiring bertambahnya usia karena kau bertanggung jawab lebih banyak. Seluruh dunia menderita karena virus ini dan dia menggunakannya sebagai lelucon? Bagaimana bisa sesuatu yang begitu serius digunakan sebagai lelucon? Dia mengklaim itu untuk meningkatkan kesadaran tapi apakah itu harus melalui metode seperti itu? Jelas ada sesuatu yang hilang di otaknya."

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts