Begini Ungkapan Kekecewaan Tenaga Medis Usai Dilempari Batu Saat Bawa Jenazah PDP Gowa
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Penduduk sebuah desa di Gowa menolak pemulangan jenazah yang berstatus PDP Corona. Para warga melempar batu hingga mengenai tenaga medis yang sedang memasukkan kembali jenazah PDP Corona ke ambulans.

WowKeren - Kehadiran Corona menimbulkan prasangka buruk dari banyak pihak. Masyarakat mengecam warga yang sakit meski status mereka belum tentu positif Corona.

Hal serupa juga terjadi di Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. Warga menolak saat pasien berstatus PDP Corona dikubur di TPU Antang, Manggala.


Warga khawatir jika jenazah pasien itu menularkan virus Corona. Mereka tak cuma mengusir tapi bahkan sempat melempar batu saat tenaga medis membawa jenazah tersebut.

Pelemparan Batu

Sumber: Instagram

Rupanya aksi pelemparan batu itu sempat mengenai pihak pembawa jenazah. Salah satu tenaga medis sempat meneriakkan kekesalannya karena dilempari batu.

"Hei, hei, jangan lempar batu, kita juga manusia bro," teriak seorang tenaga medis. Sikap warga yang melempar batu membuat warganet ikutan miris. Mereka menyesalkan kelakuan warga desa yang menolak penguburan jenazah tersebut.

"Biarin aja kalo tuh desa pada kena corona jangan ada yg bantu !!" seru netter. "Mereka takut sama jenasah covid tapi kumpul bergerembol tanpa jarak gitu ? Oh okayyy" sindir netter. "Tpu Di desa kami sudah ada 4 makam pasien Corona tapi kami biasa aja walaupun bukan dari desa kami" seru yang lainnya.

Sementara itu, terkuak kalau jenazah yang sempat ditolak pemakamannya itu ternyata statusnya negatif Corona. Awalnya, pasien PDP asal sebuah kecamatan di Gowa itu dirawat intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Namun ia akhirnya wafat pada 29 Maret lalu. Hasilnya baru dinyatakan negatif pada 1 April setelah tim medis dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas 1 Makassar melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pasien pria berusia 52 tahun itu.

"Baru-baru ini kami dihubungi dari laboratoriun kesehatan provinsi, sudah ada hasil pemeriksaan swab test dari salah satu PDP yang meninggal pada Minggu lalu dan hasilnya negatif," kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. "Masyarakat perlu diedukasi bahwa pemakaman memakai SOP, Insya Allah tidak apa-apa. Mohon agar masyarakat tidak menolak jika ada pemakaman yang meninggal akibat virus ini. Virus ini bukan aib sehingga harus ditolak bahkan mengusir mereka yang masuk daftar ODP, PDP dan keluarganya."

Setelah ditolak di Antang, jenazah dimakamkan di TPU Sudiang, Makassar. Pemerintah setempat juga mengawasi keluarga dari pasien yang wafat yang sedang menjalani isolasi tersebut. "Tetap kita isolasi dulu dan tetap dipantau kesehatannya. Apalagi virus ini semakin besar penyebarannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Hasanuddin.

Polisi juga berencana mencari dalang provokator penolakan jenazah di Gowa dan wilayah Makassar lainnya. "Itukan sudah dua kali, pokoknya yang ketiga tidak boleh ada lagi penolakan. Tidak mungkin akan menularkan. Dan itu sudah disemprot disinfektan, mobilnya sudah disemprot, pegawainya sudah disemprot jadi begitu ditanam sudah selesai," tegas Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts