Nekat Pulkam Gegara Hilang Penghasilan, Doni Monardo Usul Pemudik Diberi Kerjaan
Instagram/Kodam Siliwangi
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga membenarkan jika para perantau nekat mudik ke kampung halaman tak lagi karena tradisi namun karena kehilangan penghasilan akibat corona.

WowKeren - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo, menyoroti banyaknya perantau yang nekat mudik ke kampung halaman di tengah pandemi corona. Ia menilai jika perantau tersebut nekat pulkam lantaran di kota-kota besar mereka mulai sulit mencari pendapatan.

"Apakah ini akan tetap dibantu mudik (pemudik) karena tidak ada pekerjaan di kota?" kata Doni dalam rapat virtual bersama Menkes Terawan dan Komisi IX DPR, Kamis (2/4). "Kami beri usul agar kelompok ini diberi pekerjaan baru di pertanian, perikanan, budidaya, dan infrastruktur di desa-desa."


Upaya ini, dikatakan Doni, bisa membantu menghasilkan stok pangan yang melimpah di desa-desa. Sehingga nantinya stok pangan ini bisa didistribusikan ke kota-kota besar. Dengan begitu, hal tersebut bisa menjadi langkah antisipasi agar Indonesia tidak sampai kekurangan stok makanan seperti yang dikhawatirkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

"Diharapkan ketika kota kekurangan pasokan makanan, maka desa-desa di daerah mengalami kelebihan produksi," jelas Doni. "Sehingga kekhawatiran WHO terjadinya kekurangan pangan bisa kita atasi dengan warga kita yang pulang kampung."

Tak dipungkiri jika wabah corona membuat tak sedikit orang berkurang penghasilannya bahkan ada yang kehilangan pekerjaannya. Oleh sebab itu, pemerintah terus mengupayakan agar masyarakat tidak kehilangan pekerjaan sebab jika hal ini berlanjut maka akan berdampak pada daya beli.

Yang mana pada akhirnya akan berdampak pada menurunnya perekonomian. "Bagaimana kita mengatur warga, masyarakat kita yang kehilangan pekerjaan, kemampuan daya beli berkurang, kegiatan tidak ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengakui jika banyaknya perantau yang nekat mudik tidak lagi karena masalah tradisi. Mereka pada dasarnya tidak memiliki pilihan lantaran mulai kehilangan penghasilan di kota tempat mereka merantau.

"Saya lihat arus mudik dipercepat bukan karena faktor budaya tapi terpaksa," jelas kepala negara, Senin (30/1). "Banyak pekerja informal di Jabodetabek terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun sangat drastis atau bahkan hilang."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts