Ikatan Dokter Indonesia Bongkar 2 Hal Penting yang Pengaruhi Kesembuhan Pasien Covid-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih membenarkan bahwa tingkat kematian Covid-19 di Indonesia memang lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat global. Namun penyakit ini tetap bisa disembuhkan.

WowKeren - Virus corona (Covid-19) diketahui telah menjangkit 1.790 orang di Indonesia per Kamis (2/4) kemarin. Dari jumlah tersebut, 112 orang atau 6,2 persen di antaranya dinyatakan telah sembuh. Sedangkan 170 orang atau 9,4 persen di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia.

Meski angka kematian Covid-19 di Indonesia lebih tinggi daripada angka kesembuhannya, namun hal yang berkebalikan terjadi di tingkat global. Melansir situs worldometer pada Jumat (3/4) hari ini, dari 1.015.531 orang yang telah terjangkit corona di seluruh dunia, 212.991 di antaranya dinyatakan telah sembuh. Sedangkan jumlah pasien corona yang dilaporkan meninggal dunia di seluruh dunia ada 53.198 orang.


Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih lantas membenarkan bahwa tingkat kematian akibat virus corona di Indonesia memang lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat global. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kemungkinan pasien corona untuk sembuh cukup tinggi.

"Secara internasional memang angkanya itu berkisar 3 sampai 4 persen fatality rate-nya, di Indonesia cukup tinggi sampai 8 sekian persen," tutur Daeng dilansir Tribunnews pada Jumat (3/4) hari ini. "Di luar itu memang kemungkinan sembuhnya tinggi."

Lebih lanjut, Daeng mengungkapkan bahwa tingkat kesembuhan kasus Covid-19 dipengaruhi oleh setidaknya 2 faktor. Yang pertama adalah riwayat penyakit lain yang telah diderita pasien corona sebelumnya.

Daeng menjelaskan bahwa pasien corona yang memiliki riwayat penyakit lain kemungkinan besar akan lebih sulit untuk disembuhkan. Pasalnya, riwayat penyakit tersebut dinilai bisa memperparah kondisi pasien corona.

Sedangkan faktor kedua adalah sistem kekebalan atau imun tubuh. Daeng menyebut bahwa imun tubuh yang tinggi akan membuat kemungkinan pasien sembuh lebih besar.

"Tapi semuanya tergantung kondisi-kondisi khusus, seperti penyakit penyerta, seberapa besar penyakit penyerta yang terjadi pada orang yang terinfeksi virus," pungkas Daeng. "Seberapa besar daya tahan tubuh."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts