Staf Ahli Ridwan Kamil Ungkap Kisahnya 'Kalahkan' Virus Corona, Sempat Merasa Gemas Karena Ini
Instagram/ridwansyahyusuf
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Melansir situs pikobar.jabarprov.go.id pada Jumat (3/4), jumlah kasus virus corona (Covid-19) di Provinsi Jawa Barat telah mencapai 220 orang dan 11 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh.

WowKeren - Jumlah kasus virus corona (Covid-19) di Provinsi Jawa Barat telah mencapai 220 orang per Jumat (3/4) hari ini. Dengan demikian, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus corona tertinggi di Indonesia. Tepatnya berada di posisi ke-2, hanya berada di bawah Jakarta yang menjadi provinsi dengan jumlah kasus corona tertinggi di Indonesia.

Melansir situs pikobar.jabarprov.go.id, jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh di Jawa Barat kini mencapai 11 orang. Salah seorang dari 11 pasien corona yang dinyatakan sembuh tersebut adalah staf ahli Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Ridwansyah Yusuf Achmad.


Pria berusia 32 tahun tersebut sebelumnya diisolasi selama 14 hari di rumah sakit Hasan Sadikin. Yusuf lantas membagikan pengalamannya melawan virus corona melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

"Saya pernah jadi bagian sejarah manusia yang terinfeksi virus di awal tahun 2020. Saya salah satu penyintas (eng : survivor) yang selamat dari pandemi yang akan masuk pelajaran sekolah di masa mendatang," tulis Yusuf dalam kolom caption, dilansir Instagram pada Jumat (3/4). "Saya pernah jadi angka, ke 11 di jawa barat, ke seratus tiga puluh sekian di Indonesia. Semoga tidak jadi sekedar angka, karena itu adalah manusia yang tengah berjuang melawan virus, bagaimanapun keadaannya."

Yusuf sendiri mengaku tidak merasakan gejala apapun sebelum dirinya dinyatakan positif terjangkit corona. "Saya tanggal 15 Maret cek lab dengan gubernur, niatnya untuk uji coba Labkes Jabar, karena di hari itu kan mulai ada kebijalan pro aktif test. Hasilnya saya positif," ungkap Yusuf dilansir detikcom.

Sehari setelah dinyatakan positif corona, Yusuf lantas dijemput untuk diisolasi di RS Hasan Sadikin. Sopir dan petugas ambulans yang menjemputnya datang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Istri Yusuf ternyata juga dinyatakan positif corona. Sang istri pun menyusul Yusuf untuk turut diisolasi. Beruntung putra tunggal mereka yang masih berusia 7 tahun menunjukkan hasil pemeriksaan negatif.

Yuusf juga mengaku merasa bosan selama menjalani isolasi 14 hari. "Gemes, enggak bisa melakukan apa-apa, biasa dalam satu hari bisa pergi ke mana-mana. Tapi di RS saya juga masih bekerja, ikut membantu. Saya berusaha stay positive, karena tubuh akan meresponsnya," ungkapnya.

Meski tidak berada dalam posisi hidup dan mati selama terjangkit corona, Yusuf tetap mengikuti arahan dokter. Ia pun menilai bahwa semua orang harus saling membantu melawan Covid-19.

"Saya pulang dari RS hari senin kemarin (30/3) setelah dua kali hasil pemeriksaan saya negatif. Saya harus isolasi diri 14 hari di rumah, meski hasil pemeriksaan sudah negatif. Tapi protapnya begitu," pungkas Yusuf. "Kita punya potensi menularkan ke yang lain. Sebenarnya, penyakit ini bukan penyakitnya tapi penyebarannya. Jadi, kita bertanggung jawab dengan semua sikap kita. Bukan tentang kita, tapi orang sekeliling kita."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts