Silent Carrier Berpotensi Sebarkan Virus Corona Tanpa Gejala, Kenali Ciri-Cirinya
Nasional

Silent carrier adalah orang-orang yang secara tidak sadar telah menjadi pembawa virus corona. Silent carrier juga bisa menyebarkan virus corona tanpa sadar karena mereka tak mengalami gejala.

WowKeren - Pandemi virus corona (Covid-19) kini telah menjangkit lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini diketahui memiliki sejumlah gejala awal seperti batuk, demam, keletihan.

Meski demikian, dalam sejumlah kasus ditemukan pasien yang tidak mengalami gejala sama sekali sebelum dinyatakan positif terjangkit virus corona. Data teranyar juga menunjukkan kemungkinan adanya sejumlah besar orang tanpa gejala yang menularkan virus tersebut.


Orang-orang yang secara tidak sadar membawa dan menularkan virus kepada orang lain ini disebut sebagai silent carrier. Karena orang-orang tersebut mungkin tidak sadar bahwa mereka sebenarnya sakit, mereka mungkin mengambil tindakan pencegahan yang lebih sedikit dibanding orang yang bergejala.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sendiri mengklaim bahwa jumlah pasien tanpa gejala corona "bisa mencapai sebanyak 25 persen". Dilansir dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri orang yang tanpa sadar dapat membawa virus corona dan menjadi silent carrier:

1. Asimptomatik (Tanpa Gejala)

Orang-orang yang asimptomatik sama sekali tidak menunjukkan gejala selama infeksi mereka. Orang-orang yang asimptomatik mungkin tidak akan dites dan karenanya tidak pernah masuk dalam hitungan sistem kesehatan. Namun, mereka mungkin masih berkontribusi terhadap penyebaran virus.

Melansir South China Morning Post, setidaknya ada 43 ribu orang yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19 hingga akhir Februari 2020 di Tiongkok yang tidak menunjukkan gejala. Selain itu, Korea Selatan juga dilaporkan memiliki lebih dari 20 persen kasus asimptomatik.

2. Kehilangan Indera Penciuman

Orang yang kehilangan indera penciuman atau perasa secara tiba-tiba bisa jadi telah dimasuki virus corona. Melansir IDN Times, ahli terkemuka Inggris melaporkan bahwa seseorang bisa saja membawa virus corona di tubuhnya juga mengalami kehilangan indera penciuman, meski tak menunjukkan gejala lain.

Di Korea Selatan, Tiongkok, dan Italia, sekitar sepertiga pasien yang dites positif Covid-19 mengalami kehilangan indera penciuman alias anosmia atau hyposmia. "Di Korea Selatan, di mana pengujian telah lebih luas, 30 persen pasien yang dites positif mengalami anosmia sebagai gejala utama yang mereka hadapi dalam kasus-kasus ringan," jelas Presiden Lembaga Rhinologi Inggris, Profesor Clare Hopkins.

3. Kelompok Usia Muda

Melansir Sky News, Presiden Asosiasi Otorhinolaryngology Inggris, Profesor Nirmal Kumar, menyatakan bahwa pasien yang lebih muda terjangkit virus corona tanpa menunjukkan gejala umum seperti demam dan batuk. Meski demikian, Kumar menjelaskan bahwa kaum muda yang terjangkit virus ini bisa saja mengalami kehilangan indera penciuman.

"Pada pasien muda, mereka tidak memiliki gejala yang signifikan seperti batuk dan demam, tetapi mereka mungkin hanya kehilangan indera penciuman dan rasa," terang Kumar. "Yang menunjukkan bahwa virus ini tinggal di hidung."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts