Foto 'Pocong Anti Corona' Purworejo Viral Hingga di Korsel, Ternyata Begini Awal Mulanya
SerbaSerbi
COVID-19 di Indonesia

Foto penampakan 'pocong anti corona' di sebuah kampung di Purworejo, Jawa Tengah menjadi viral hingga di media Korea Selatan. Usut punya usut rupanya foto tersebut rupanya diambil di tahun 2019.

WowKeren - Sebuah kampung di Kabupaten Purworejo beberapa waktu terakhir terakhir telah menjadi sorotan. Pasalnya kampung tersebut menggunakan cara unik untuk menjaga perbatasan wilayahnya demi mencegah penyebaran virus corona.

Bagaimana tak unik, kampung tersebut menggunakan pocong sebagai penjaga wilayahnya. Dua warga yang berdandan seperti pocong akan berjaga di perbatasan wilayah untuk mengawasi warga kampung atau luar kampung yang hendak keluar masuk wilayah tersebut.


Karena keunikan tersebut, kampung tersebut lantas menjadi sorotan. Tak hanya media lokal, bahkan media asing juga turut meliputnya, seperti media Korea Selatan (SBS, MBC dan JTBC) yang memberitakan tentang "pocong anti corona" tersebut.

Salah satu portal media asal Korea Selatan, SBS.co.kr ikut mengunggah foto "penampakan pocong" yang tengah duduk di menjaga perbatasan tersebut dengan judul ‘Pencegahan Covid-19, Desa di Indonesia Sampai Dijaga Hantu Pocong’ dalam tulisan Hangul. Diketahui bahwa foto itu sebenarnya diambil pada tahun 2019 lalu.

Dikutip dari Kompas, foto itu diambil di Dukuh Kesongo RT 002, RW 001, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto itu diambil oleh anak-anak yang sedang iseng pada malam satu Suro.

"Foto viral itu sebenarnya kejadian tahun 2019. Itu foto pas malam satu Suro. Kebetulan tirakatannya (malam satu Suro) di situ," ujar tokoh pemuda Desa Kepuh, Anjar Panca, Kamis (2/4). "Itu iseng-isengnya anak-anak saja."

Saat ramai karantina wilayah dan banyak kampung membuat portal karantina, warga sekitar kembali mengunggah foto dua pocong tersebut. "Di pemberitaan menyebutkan keterangan foto itu berada di Tukrejo, Purworejo. Karena sudah terlanjur ramai dan kita lihat responnya positif dari warganet akhirnya kita merealisasikan kegiatan itu," imbuhnya.

Setelah kabar tersebut viral, warga sekitar sepakat untuk membuat portal pocong di tengah pandemi corona. Usai berkoordinasi dengan pemerintah desa, portal pocong di dusun tersebut langsung direalisasikan pada Senin (30/3) lalu.

Portal pocong dibuat dengan tujuan agar anak-anak menerapkan jam belajar dan tidak keluar rumah. "Kita realisasikan pocong portal beneran ini Senin malam kemarin di jalan masuk di kampung, bukan di gapura masuk seperti di foto yang viral. Itu kita mulai jam 7 sampai jam 9 malam," terangnya. "Penting anak tidak main di luar karena masa libur sekolah."

Karena viralnya portal "pocong anti corona" tersebut, akhirnya banyak banyak warga atau pun pengguna jalan yang melintasi dukuh karena penasaran. Banyaknya warga yang datang untuk menonton, membuat portal pocong tersebut dihentikan sementara.

"Tujuannya biar warga di rumah. Tapi malah banyak warga yang menonton," tuturnya. "Akhirnya sepakat untuk sementara kita hentikan karena malah mengundang massa. Takutnya terjadi kesalahan."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts