Viral Ibu-Ibu Ngomel Karena Dijadikan ODP, Ternyata Istri Pejabat Solo
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Beredar video ibu-ibu warga Solo yang marah-marah karena ditetapkan sebagai ODP setelah mudik dari Jakarta. Ia membentak para petugas pendataan sekaligus meminta Wali Kota menghadapnya.

WowKeren - Pandemi virus Corona atau COVID-19 terus menyebar di seluruh Indonesia dengan hampir semua provinsi memiliki kasus positif. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) pun semakin meningkat terutama karena banyaknya warga yang mudik dari kota zona merah.

Di tengah pandemi, beredar video ibu-ibu warga Solo yang marah-marah karena ditetapkan sebagai ODP setelah mudik dari Jakarta. Ia membentak para petugas pendataan sekaligus meminta Wali Kota menghadapnya.


Dalam video, petugas dari kelurahan, Polisi dan TNI mendatangi rumah di kawasan RT 2 RW 4 Sondakan. Ibu berjilbab dengan logat khas Jakarta ini mengaku tinggal di sana sejak 1993.

Namun saat seorang petugas meminta data, ibu tersebut mengatai mereka rese dan Jakarta tidak serese di Solo. Bahkan ia kembali menyuruh Wali Kota Solo untuk menghadapnya ketika petugas menyampaikan tentang tugasnya. Ia juga mengatakan suaminya kenal Wali Kota, semua dari Satpol PP hingga pejabat serta biasa mengurusi orang-orang kumuh di pinggiran.

Perilaku ibu-ibu tersebut viral di media sosial. Terungkap bahwa ia adalah istri seorang pejabat solo. Ini dikonfirmasi Wali Kota Solo usai pembagian paket sembako pada Minggu (5/4).

"Saya sudah telepon suaminya untuk klarifikasi dan meminta kepada suaminya untuk meminta maaf ke pihak kelurahan dan TNI Polri," jelasnya seperti dilansir dari Kumparan.

Wali Kota meminta agar ibu tersebut memahami kondisi dan tidak melakukan hal tidak baik tersebut di depan para petugas karena statusnya sebagai istri pejabat. Pihaknya meminta keterangan pada si ibu apakah memang benar pulang dari Jakarta.

"Wong sugih yo ojo (orang-orang kaya ya jangan) merendahkan yang datang, yang datang ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Dia bilang itu omah-omahku dewe (rumah saya sendiri), bukan itu," ujarnya.

Kedatangan petugas untuk mendata serta meminta ibu tersebut untuk melakukan karantina mandiri. Petugas menegaskan apabila ia tidak mau diatur silakan tidak usah datang ke Solo.

"Jangan mentang-mentang seperti itu. Dia dari Jakarta datang ke sini (Solo), Jakarta zona merah," jelasnya.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts