Jatim Disebut Miliki Kasus Virus Corona Hingga 21 Klaster, Belum Terdeteksi?
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jawa Timur (Jatim) disebut memiliki kasus virus corona hingga 21 klaster yang sebagian belum terdeteksi, begini penjelasan tim tracing COVID-19.

WowKeren - Kasus virus corona di Indonesia masih terus mengalami peningkatan setiap harinya, salah satunya di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Hingga Minggu (5/4), jumlah pasien positif COVID-19 di Jatim mencapai 198 orang. Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan 8 pasien dinyatakan sembuh.

Namun, ternyata kasus virus corona di Jatim diprediksi masih lebih banyak yang belum terdeteksi dari jumlah yang dilaporkan saat ini. Tim Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur bahkan memperkirakan terdapat 21 klaster penularan virus corona di Jatim.


Dari 21 klaster yang disebutkan, baru enam klaster penularan yang berhasil diidentifikasi secara detail. Sementara sisanya, tim tracing masih menunggu data dari sejumlah daerah.

”Bahwa beberapa episentrum penularan covid-19 ada beberapa memang, kami melihat ada 21 titik di Jatim,” kata Ketua Rumpun Tracing Kohar Hari Santoso. di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Senin (6/4). “Cuma enggak semua bisa dilihat secara utuh, karena beberapa daerah ada yang belum memberikan data lengkap.”

Salah satu klaster yang saat ini sedang diselidiki tim tracing adalah adanya Pelatihan Petugas Haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Acara ini diketahui diikuti hingga 415 peserta dari berbagai daerah di Jatim, Bali, sampai Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkah hasil tracing, 19 orang yang mengikuti Pelatihan Petugas Haji dinyatakan positif terkena virus corona. Salah satunya telah meninggal dunia di Kabupaten Kediri.

Sementara itu, klaster penularan virus corona lainnya berada di Kabupaten Magetan, yang terkait dengan pasien positif virus corona di Solo, Jawa Tengah. Dari klaster itu kini 9 orang dinyatakan positif COVID-19.

Kohar sendiri menyebutkan jika pihaknya masih belum bisa mengidentifikasi 15 klaster lainnya secara mendalam. Pasalnya, banyak daerah yang masih belum bisa memberikan data secara lengkap kepada tim tracing Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Selain itu, kendala lainnya yang diterima tim tracing adalah banyaknya warga yang tidak mau kooperatif. Ternyata, banyak masyarakat yang menutup diri tentang riwayat perjalanannya dan kontak terakhir dengan pihak lain.

”Kami perlu data yang lebih komplit, lebih detail,” jelas Kohar. “Jadi kami mengimbau masyarakat yang memang ada kaitan dengan mereka yang sakit, hendaknya merasa punya tanggung jawab untuk mengisolasi diri.”

”Karena memang kendala di tim tracing itu sebagian besar masyarakat tidak terbuka tentang riwayat perjalanan mereka,” sambungnya. “Apakah mereka pernah kontak dengan pasien positif atau tidak.”

Saat ini, kasus virus corona di Indonesia kembali mengalami kenaikan pada Minggu (5/4). Dilansir dari covid.go.id, kasus virus corona di Indonesia saat ini berjumlah 2.273 pasien positif.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts