Corona Bikin Industri Penerbangan Kembang Kempis, Air Asia Bakal Merger dengan Maskapai Ini?
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pandemi corona yang menginfeksi dunia turut memberi pukulan pada industri penerbangan secara global. Tak hanya di Indonesia, maskapai di negara lain juga mengalami krisis.

WowKeren - Pandemi corona turut memukul industri penerbangan secara global. Bagaimana tidak, sejak virus ini menyerang, negara-negara memberlakukan larangan bagi warganya untuk bepergian ke luar negeri.

Begitu juga dengan kebijakan lockdown yang turut mengubah drastis bagaimana manusia berinteraksi sehari-harinya. Mobilitas masyarakat menjadi terbatas sehingga berbuntut pada lesunya sektor transportasi.


Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Mohamed Azmin Ali membuka opsi untuk melakukan merger pada dua maskapai di negara tersebut, yakni Malaysia Airlines Bhd (MAB) dan Air Asia Group. Langkah ini perlu diambil guna menyelamatkan perusahaan dari krisis akibat pandemi ini.

Ia menyebutkan jika wacana merger antara maskapai milik pemerintah dan swasta tersebut sudah bergulir sejak tahun lalu, sebelum pandemi corona menyebar. "Pembahasan tersebut dilakukan tahun lalu, bahkan sebelum pandemi ini datang. Tetapi perlu adanya pembicaraan lanjut," kata dia dilansir Reuters, Minggu (19/4).

Ia melanjutkan jika pemerintah perlu melihat apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan industri penerbangan di negara tersebut. Pasalnya, krisis yang dialami oleh industri penerbangan bukan masalah yang mudah untuk diselesaikan.

"Kita perlu melihat cara terbaik untuk menyelamatkan maskapai-maskapai itu," lanjut dia. Yang mana hal ini membutuhkan solusi yang tidak sederhana. Kondisi saat ini sangatlah buruk, pesawat tidak mampu beroperasi. Kita perlu duduk dan membahas bagaimana mengatasi masalah ini."

Pemerintah juga akan mempertimbangkan opsi yang datang dari luar. Sebab sejak tahun lalu, Malaysia sebenarnya sudah mulai mencari mitra strategis untuk mengembangkan MAB.

"Kami juga melihat beberapa pengajuan yang datang dari pemain internasional," katanya. "Sekarang situasinya menjadi lebih kompleks karena pandemi ini. Kami sedang mencari semua opsi."

Krisis pada industri penerbangan juga dialami oleh BUMN tanah air. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memutuskan untuk melakukan pemotongan terhadap gaji karyawannya karena kondisi keuangan perusahaan yang kian menurun.

(wk/zodi)

You can share this post!