Hasil penelitian ini semakin membuktikan bahwa virus Corona penyebab COVID-19 tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab tampaknya virus Corona memiliki sejumlah kesamaan dengan HIV penyebab AIDS.
- Elvariza Opita
- Senin, 20 April 2020 - 16:24 WIB
WowKeren - Salah satu hasil terbaru yang belum lama ini diungkap ke publik ternyata justru kabar kurang menyenangkan. Sebab para ilmuwan mengaku khawatir virus Corona bisa membunuh sel-sel kekebalan tubuh yang semestinya menjadi "tentara" tubuh dalam menumpas mikroba penyebab penyakit.
Dalam hasil penelitiannya, peneliti Shanghai dan New York menemukan bahwa COVID-19 juga merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Alhasil kerusakan yang ditimbulkan tak jauh berbeda dengan mereka yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau virus penyebab AIDS.
Mengutip South China Morning Post, Lu Lu dari Universitas Fudan di Shanghai serta Jang Shibo dari New York Blood Centre menyebut virus Corona dapat bergabung dengan jalur sel limfost T yang ditumbuhkan di laboratorium. Maksudnya, virus SARS-CoV-2 justru berbalik "memangsa" sel limfosit T.
Padahal, sebagai informasi sel limfosit T (atau dikenal juga sebagai sel T) merupakan sel tubuh yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Ia bertanggung jawab dalam mengidentifikasi serta menghilangkan benda asing dalam tubuh.
Sel T akan menangkap sel yang terinfeksi virus atau benda asing lain. Sel T akan melubangi pelindung sel yang ia tangkap, menyuntikkan bahan kimia beracun ke dalamnya dan membunuh virus serta sel terinfeksi tersebut.
Namun dalam penelitian in vitro alias dilakukan di laboratorium, sel T justru menjadi "mangsa" virus Corona. Alhasil DNA virus bisa memasuki sel yang semestinya menjadi tentara tubuh itu, "menyanderanya", dan memodifikasi sehingga "melupakan" tugasnya melindungi manusia.
Peneliti menyebut sifat semengerikan ini baru ditemukan di SARS-CoV-2 dan tidak ada di virus "sekeluarganya" yang lain. Oleh karena itu, menjadi pekerjaan besar bagi para peneliti untuk mengonfirmasi sifat ini demi mengantisipasi dampak lebih lanjut.
Kendati demikian, berbeda dengan HIV, sejauh ini penelitian di laboratorium tak menunjukkan adanya tanda-tanda virus Corona bisa memperbanyak diri di dalam sel T seperti HIV. Tentu saja hal ini tetap perlu diteliti lebih lanjut.
Sebelumnya para dokter sudah mencurigai potensi ini lantaran para pasien positif COVID-19 kebanyakan juga mengalami penurunan jumlah sel T secara signifikan. "Semakin banyak orang membandingkannya dengan HIV," ujar seorang dokter di Beijing, Tiongkok.
(wk/elva)