Kabar Baik, Inggris Siap Uji Coba Vaksin COVID-19 ke Manusia Besok
Dunia
Pandemi Virus Corona

Negara Inggris siap melakukan uji coba vaksin Covid-19 pertama pada Kamis (23/4). Menkes Inggris Matt Hancock mengatakan jika uji coba ini berhasil maka pihaknya akan memproduksi massal vaksin tersebut.

WowKeren - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Inggris telah mengumumkan rencana untuk mulai menguji coba vaksin virus corona pada manusia. Uji coba tersebut akan dilaksanakan besok, Kamis (23/4).

Menteri Kesehatan Inggris atau Health Secretary Matt Hancock pada Selasa (21/4), mengatakan bahwa vaksin untuk Covid-19 telah dikembangkan oleh para pakar kesehatan di Universitas Oxford dan Imperial College, Inggris.


"Kedua proyek ini mengalami kemajuan pesat," ujar Hancock dilansir ABC, Rabu (22/4). "Saya mengatakan kepada pimpinan ilmuwan bahwa kami akan melakukan segala cara untuk memberi dukungan."

Lebih lanjut, Hancock menjelaskan bahwa Kemenkes Inggris telah memberi dana tambahan untuk proyek uji coba vaksin ini sebesar 20 juta Poundsterling atau sekitar Rp 383 miliar. Grup pakar kesehatan Oxford yang dipimpin Profesor Sarah Gilbert itu dijadwalkan untuk menguji vaksi pekan ini. Apabila berhasil maka Inggris akan langsung memproduksi vaksin tersebut dalam jumlah besar.

"Dalam masa normal, untuk mencapai tahap ini akan memakan waktu bertahun-tahun, dan saya sangat bangga dengan pekerjaan yang telah dilakukan sejauh ini," terangnya. "Pada saat yang sama, kami akan berinvestasi dalam kemampuan manufaktur. Jadi, jika salah satu dari vaksin ini bekerja dengan aman, maka kami bisa membuatnya tersedia untuk orang-orang se-Inggris secepat mungkin, secara manusiawi."

Sementara itu, Peneliti Oxford Sarah Gilbert yakin 80% vaksin corona buatannya akan berhasil. Meski belum mengetahui hasil pastinya, Tim Oxford telah menyiapkan rencana untuk memproduksi vaksin ini secara massal.

"Tujuannya adalah untuk memiliki setidaknya satu juta vaksin pada bulan September," kata Prof Adrian Hill dari Universitas Oxford. "Begitu Anda mengetahui hasil vaksin, kita akan bisa bergerak lebih cepat dari sana."

Hingga saat ini, Inggris masih menempati posisi keenam dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Menurut data worldofmeters, Negeri Ratu Elizabeth II telah mencatatkan 129 ribu kasus dengan jumlah kematian mencapai 17 ribu jiwa.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts