12 Warga Tulungagung Positif Corona Usai Tahlilan, Jumlah Diprediksi Melonjak
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ratusan warga Tulungagung di Kecamatan Sumbergempol menjalani rapid test setelah salah satu jemaah acara tahlilan dinyatakan positif Corona. Hingga saat ini, ditemukan hasil positif sebanyak 12 jemaah.

WowKeren - Penyebarluasan virus Corona atau COVID-19 di Indonesia masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Salah satu faktornya adalah ketidakpatuhan masyarakat untuk tidak menghadiri perkumpulan massa. Seperti yang terjadi di Tulungagung, Jawa Timur belum lama ini.

Satgas Penanggulangan COVID-19 Tulungagung mengabarkan bahwa sebanyak 12 warga ditemukan positif Corona usai menjalani rapid test. Penularan terjadi dari pasien ke-16 asal Kecamatan Sumbergempol. AM tertular saat menjaga sang ayah yang sakit di sebuah rumah sakit.

Pada 26 Maret 2020, ayah MA diperbolehkan pulang ke rumah namun meninggal seminggu kemudian. Karena bukan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jenazah ayah MA diperlakukan wajar. Acara tahlilan pun digelar mengikuti tradisi.

Tiga hari setelah sang ayah meninggal, MA baru merasakan gejala. MA lantas menjalani tes swab tenggorokan dan hasilnya menunjukkan positif Corona. "Jadi setelah tahlil beberapa hari, barulah ketahuan jika MA positif COVID-19," ujar Didik Eka selaku Sekretaris Posko Penanggulangan COVID-19 Tulungagung dilansir dari Tribunnews Surabaya.


Oleh sebab itu, Satgas melacak kontak dan melakukan sebanyak 100 rapid test dengan hasil 6 jemaah tahlil di rumah MA positif Corona. Di antara 6 jemaah tersebut adalah paman, kakak dan kakak ipar MA. Paman MA sendiri merupakan pemuka agama yang memimpin acara tahlil.

Paman MA ternyata juga memimpin acara tahlil di rumah B yang istrinya meninggal. Dari pelacakan kontak di rumah B, ditemukan lagi 6 orang peserta tahlil yang positif Corona. "Jadi totalnya ada 12 orang. Dari MA ada 6 orang termasuk AS, kemudian AS ada enam orang lainnya," sambung Didik.

Penemuan kasus MA melahirkan klaster baru di Tulungagung. Pencarian kontak belum berakhir karena istri AS diketahui juga memimpin tahlilan jemaah perempuan di 3 tempat berbeda. Selain itu, kakak ipar MA juga diketahui berkunjung ke desa sebelah untuk membantu sang ibu.

"Jadi ada ratusan warga yang sudah rapid test dan hari ini belum selesai. Besok akan dilanjutkan lagi," tutup Didik.

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts