Pandemi Corona Disebut Bikin Tiongkok 'Aji Mumpung' Awasi Ketat Warganya Dengan CCTV, Kok Bisa?
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sejumlah penduduk Tiongkok merasa privasinya dilanggar karena pemerintah memasang kamera pengawas, bahkan sampai ke dalam rumah. Kamera ini sendiri dipasang dalam rangka protokol penanganan Corona.

WowKeren - Tiongkok melakukan berbagai upaya untuk bisa mengatasi wabah Corona. Apalagi negara di Asia Timur itu menjadi yang pertama kali dibuat pusing dengan penyakit tersebut.

Salah satu yang dilakukan adalah mengawasi ketat para penduduknya agar tak saling menularkan dengan banyak berinteraksi satu sama lain. Sayangnya kebijakan mengawasi ketat para warganya ini justru belakangan menuai kritikan karena dianggap "aji mumpung". Bagaimana maksudnya?

Belum lama ini publik Tiongkok merasa privasinya terganggu karena pemerintah yang menempatkan kamera-kamera pengawas bahkan di depan unit kediaman sekalipun. Seperti pengakuan Ian Lahiffe, seorang ekspatriat Irlandia yang menyebut lensa kameranya bahkan benar-benar tertuju ke arah kediamannya.

"Ini (kamera pengawas di depan pintu rumahmu) benar-benar bentuk pelanggaran privasi," keluh Lahiffe, seperti dikutip dari CNN, Selasa (28/4). "Ini seperti upaya mencuri data besar-besaran. Saya bahkan tidak tahu apakah ini legal atau tidak."

Kebijakan ini diterapkan menyusul tegasnya peraturan agar warga melakukan isolasi mandiri selama 14 hari apabila baru bepergian dari wilayah dengan status red zone COVID-19. Hanya saja sayangnya kamera pengintai itu dipasang tanpa pemberitahuan kepada Lahiffe maupun keluarga.

Apa yang dialami Lahiffe bukan kasus terburuk. Sebab seorang PNS Tiongkok, William Zhou, harus berusaha lapang dada mendapati kamera pengawas bahkan dipasang di dalam rumahnya dan mengarah ke pintu depan.


"Aku berdiri di ruang tamu dan kamera itu bisa menangkap diriku dengan sangat jelas," ujar Zhou. Kondisi ini membuatnya melancarkan protes ke pihak kepolisian, berharap agar kamera pengawasnya dilepas, yang sayangnya langsung dimentahkan begitu saja oleh aparat.

"(Kamera itu) berdampak sangat besar terhadap psikisku," ujar Zhou. "Aku berusaha tidak menelepon, karena khawatir kamera bisa merekam pembicaraanku. Aku bahkan tidak bisa berhenti khawatir dan merasa diawasi, bahkan ketika aku sudah bersiap-siap tidur dan menutup pintu kamarku."

Mirisnya, di gedung apartemen yang sama, Zhou bukanlah satu-satunya yang mengalami perlakuan serupa. "Memasang kamera pengawas di dalam rumah benar-benar melanggar privasiku," tegasnya.

Namun tampaknya keresahan Lahiffe dan Zhou ini tak terlalu ditanggapi oleh otoritas terkait. Sebab Tiongkok sendiri memang sudah memasang banyak kamera pengawas di berbagai sudut daerah. Bahkan pada 2021 mendatang Tiongkok diprediksi sudah memasang 6 kali lebih banyak kamera pengawas dibandingkan Amerika Serikat.

Sementara itu, para penduduk lain juga mengaku resah dengan semakin banyaknya kamera pengawas. Namun mereka memahami ini merupakan protokol demi melindungi mereka dari pandemi.

"Aku sangat menghargai dan memahami kebijakan ini," ujar salah seorang warganet. "(Kamera pengawas bukan hal penting sebenarnya), namun karena ini standar kesehatan, aku bisa menerimanya," ujar Tian Zengjun, seorang pengacara dari Beijing.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts