Wisatawan Indonesia Diprediksi Enggan Kunjungi Destinasi Viral Pasca Pandemi Corona
Travel
COVID-19 di Indonesia

Travelling merupakan salah satu hal yang dirindukan masyarakat setelah selama dua bulan terakhir 'terkurung' di dalam rumah. Wisata domestik ternyata paling diminati.

WowKeren - Pandemi Corona atau COVID-19 membuat masyarakat tentu kangen liburan. Bagaimana tidak? Selama pandemi Corona, masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah. Berbagai sektor kehidupan, seperti pendidikan serta roda perekonomian, terpaksa berhenti untuk mencegah virus mematikan tersebut semakin menyebar luas.

Survei cepat MarkPlus's pre-Industry Roundtable mengungkapkan bahwa 54 persen responden berharap bisa travelling tahun ini, dengan persyaratan pandemi telah mereda. Wisata domestik, baik wisata kota maupun alam, rupanya paling diminati. Sebanyak 59 persen responden mengaku akan travelling bersama keluarga.


Data tersebut sesuai temuan yang menyebut wisata domestik akan pulih lebih cepat. Yang menarik, wisatawan Indonesia disebut akan lebih memperhatikan kesehatan dan keamanan saat berkunjung ke suatu tempat. Misalnya saat berwisata di pantai, wisatawan akan memperhatikan jarak seperti perilaku physical distancing yang diterapkan saat pandemi.

"Seperti dari sisi atraksi, wisatawan akan lebih memilih dan fokus pada atraksi wisata yang memperhatikan physical distancing atau social distancing," ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya, dilansir dari Liputan6. "Serta memperhatikan kapasitas daya tampung, di Italia sudah melakukan bagaimana penerapan social distancing di area pantai."

Dari sisi transportasi, wisatawan Indonesia disebut akan lebih memperhatikan lamanya perjalanan dan keamanan selama perjalanan. "Contoh lain di Batam dan Bintan, kenyamanan, sanitasi, dan higienitas di kapal ferry juga menjadi perhatian. Terlebih ferry menjadi salah satu moda transportasi untuk bisa membawa wisatawan Singapura," imbuh Nia.

Para wisatawan juga diprediksi tak lagi mengunjungi tempat viral, melainkan aktivitas di luar ruangan dengan udara sejuk yang mengarah pada kesehatan. Dari sisi akomodasi, wisatawan Indonesia tak lagi mementingkan harga. Kesehatan dan keamanan selama berwisata nantinya akan menjadi prioritas para wisatawan.

"Untuk tipe akomodasinya seperti vila, resor, atau bahkan yang dekat dengan bandara/ferry terminal, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan mudah diakses," tutup Nia. "Hal ini sudah kami koordinasikan dengan Kementerian Kesehatan dan ini menjadi pekerjaan rumah Kemenparekraf untuk memberikan panduan sebagai pedoman yang dapat disosialisasikan."

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts