Kembalinya pimpinan Korut, Kim Jong Un, pasca menghilang hampir 3 pekan menuai sorotan dunia. Termasuk soal adanya bekas di lengannya yang kini memunculkan berbagai spekulasi.
- Elvariza Opita
- Senin, 04 Mei 2020 - 20:28 WIB
WowKeren - Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un sempat menyita perhatian dunia selama sepekan belakangan. Pasalnya pimpinan tertinggi negara komunis itu mendadak menghilang dari pandangan publik bahkan sampai memunculkan spekulasi sedang sakit keras hingga meninggal dunia.
Namun pada Sabtu (2/5) kemarin sosoknya kembali muncul di hadapan publik. Tetapi tampaknya kembalinya Kim terus disorot publik, termasuk soal bekas luka yang tampak di lengannya.
Dalam serangkaian foto dan dokumentasi itu Kim Jong-un tertangkap memiliki tanda tak biasa yang ada di pergelangan tangan kanannya. Banyak pihak meyakini tanda tersebut merupakan luka.
Lantas tanda apakah sebenarnya itu? Tak ada konfirmasi pasti dari pihak pemerintah Korut, mendorong sejumlah pihak membuat spekulasi, seperti berikut ini.
Dilansir New York Post, seorang ahli medis Amerika Serikat menuturkan kepada NK News bahwa tanda tersebut mungkin saja sebuah luka bekas menjalani perawatan kardiovaskular. Selama ini, pasien kardiovaskular kerap diminta untuk diambil sampel darah pada pembuluh arteri tangan kanan.
Kim Jong Un memang sempat diisukan berada dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi jantung kardiovaskular pada pertengahan April lalu. Rumor itu semakin kuat setelah sekelompok ahli medis Tiongkok selaku sekutu terdekat Korut dikirim ke Pyongyang.
Seorang petugas medis Tiongkok mengatakan kepada majalah Jepang bahwa Kim Jong Un sempat menderita serangan jantung hingga jatuh pingsan saat berkunjung ke daerah pedesaan awal Mei ini. Seorang dokter yang menemani Kim dikabarkan melakukan CPR dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Kendati demikian tak ada satu pun rumor itu yang dibenarkan oleh pemerintah Korut. Justru negara tetangganya, Korea Selatan, yang memberi penolakan atas kabar Kim dirawat pasca menjalani operasi kardiovaskuler.
Intelijen Korsel yang kerap memantau aktivitas pemerintah Korut menegaskan Kim tak berada dalam kondisi kritis atau menjalani operasi baru-baru ini. Bantahan serupa juga sempat disampaikan oleh anggota parlemen Rusia.
(wk/elva)