AS masih memegang predikat sebagai negara dengan jumlah kasus positif dan pasien meninggal COVID-19 terbanyak di dunia. Namun beredar isu gugus tugas penanganan COVID-19 di AS akan dibubarkan.
- Elvariza Opita
- Rabu, 06 Mei 2020 - 14:40 WIB
WowKeren - Hingga hari ini, Rabu (6/5) pukul 14.09 WIB, Amerika Serikat masih menjadi negara yang paling terdampak oleh wabah virus Corona. Tercatat ada 1.237.761 pasien positif COVID-19 di negara tersebut, dengan 72.275 diantaranya dikonfirmasi meninggal dunia.
Fakta mengejutkan soal perkembangan kasus COVID-19 di AS tak berhenti sampai di situ. Belum lama ini laporan harian menyebut kasus positif COVID-19 di AS mencapai 20 ribu kasus dalam sehari dan seribu pasien meninggal per harinya.
Namun fakta-fakta itu nyatanya justru membuat Presiden AS Donald Trump berencana untuk membubarkan gugus tugas Gedung Putih dalam penanganan virus Corona. "Kami ingin mengembalikan negara kami," kata Trump yang dijumpai ketika berkunjung ke pabrik pembuatan masker di Arizona.
Padahal, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), Robert Redfield, sudah memperingatkan pemerintah AS agar waspada terhadap potensi terjadinya gelombang kedua wabah. Bahkan gelombang kedua ini diprediksi akan lebih buruk dari sebelumnya karena diperkirakan akan bersamaan dengan musim flu.
Kondisi itu, imbuh Redfield, berpotensi besar sangat membebani fasilitas kesehatan AS. "Ada kemungkinan jika serangan virus Corona terhadap negara kita akan lebih berat memasuki musim dingin nanti dibanding apa yang kita alami saat ini," ujar Redfield, seperti dilansir dari Washington Post, Rabu (6/5).
Kepala CDC itu menyarankan agar pemerintah mempersiapkan kemungkinan terburuk, yakni apabila epidemi virus Corona dan flu terjadi di waktu bersamaan. Ia menyarankan agar pemerintah fokus dalam mendapatkan vaksin flu, sehingga fasilitas kesehatan AS akan lebih fokus untuk menangani pasien COVID-19.
Di sisi lain, Trump menegaskan pembubaran gugus tugas bukan berarti pemerintah abai terhadap wabah virus Corona. Hanya saja saat ini diperlukan tim yang berbeda mengingat pemerintah akan menempuh pendekatan lain dalam mengatasi wabah COVID-19.
"Mike Pence dan gugus tugas sudah melakukan pekerjaan hebat, namun kami kini tengah mencari bentuk yang sedikit berbeda," kata Trump. "Dan bentuk itu adalah keamanan dan pembukaan. Dan kami mungkin akan punya kelompok berbeda yang dibentuk untuk itu."
Trump menegaskan misi pemerintah untuk memberantas COVID-19 belum berakhir kecuali wabah benar-benar berakhir. "(Tapi) kita tidak bisa terus-menerus menutup negara kita selama lima tahun ke depan," tegasnya, menyiratkan upaya pemerintah yang akan mengatasi wabah tanpa mengesampingkan aspek ekonomi.
(wk/elva)