Kasus Corona Masih Tinggi, Inggris Justru Bersiap Buka Bioskop Lagi dan Tayangkan Film 'Tenet'
AP
SerbaSerbi
Pandemi Virus Corona

Recananya bioskop di Inggris akan kembali dibuka pada pertengahan Juli. Di mana film 'Tenet' garapan Christopher Nolan akan menjadi film pertama yang ditayangkan menyeluruh di Inggris.

WowKeren - Jaringan bioskop terbesar di Inggris, Vue Cinemas, memperkirakan mereka bisa kembali beroperasi pada pertengahan Juli setelah tutup akibat pandemi virus corona (COVID-19). CEO Vue Cinema, Tim Richards, membuka kemungkinan tersebut meski saat ini masih dalam tahap pembahasan dengan pemerintah, terutama mengenai kebijakan jaga jarak.

Dilansir NME pada Jumat (8/5), menurutnya pengoperasian kembali bioskop pada pertengahan Juli sangat mungkin dilakukan sebab bioskop memiliki sistem yang berbeda dari konser musik atau hiburan lainnya. "Kami bisa mengatur total orang yang masuk satu studio bersamaan. Kami juga bisa mengatur jadwal penayangan hingga jalur masuk serta keluar para penonton," kata Tim Richards.


Tim Richards juga mengatakan bahwa jaringan bioskopnya bersama yang lain sudah bersiap untuk semua kemungkinan. Ia sendiri melihat keinginan yang kuat dari masyarakat dan studio film terkait penayangan ini.

"Kami melihat dukungan yang besar dari semua sektor. Distributor ingin film mereka tayang di layar lebar dan penonton juga ingin melihat hal tersebut," lanjut Tim Richards.

Apabila bioskop berhasil dibuka pertengahan Juli, "Tenet" akan menjadi film pertama yang ditayangkan menyeluruh di Inggris. Seperti yang diketahui, film terbaru karya Christopher Nolan ini tetap dijadwalkan tayang 17 Juli, di saat puluhan film lainnya tunda tayang hingga 2021.

Di sisi lain, Inggris sendiri kini menjadi negara kedua dengan tingkat kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia, berada di atas Italia. Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mendesak agar tidak membanding-bandingkan data pemerintah dengan statistik internasional yang ada selama ini.

Raab juga mendesak agar tidak membandingkan data statistik seputar corona dengan negara lain. Sebab, menurutnya setiap negara memiliki mekanisme berbeda dalam menghitung jumlah kasus dan kematian corona.

Inggris diketahui telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi jumlah kematian akibat corona. Salah satunya menginjeksi plasma darah dari pasien corona yang sembuh (konvalesen) kepada pasien corona yang parah. Metode penyembuhan dengan menginjeksi plasma itu, yang bertujuan membentuk antibodi melawan virus, dianggap berhasil menangani pasien pada kasus SARS selama 2002-2004.

Pemimpin Inggris, Ratu Elizabeth II, saat ini juga disebut kebingungan menghadapi lonjakan kasus corona di negaranya. Disebutkan bahwa pemimpin monarki tersebut sempat bertanya pada Perdana Menteri Selandia Baru, tentang cara menghadapi pandemi ini, mengingat negara tersebut diklaim sukses menanangi corona.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts