Tak Disarankan Dokter, Andrew Andika dan Tengku Dewi Akui Tunda Program Bayi Tabung
Instagram/andrewandika
Selebriti

Andrew Andika dan Tengku Dewi mengaku menjalani program bayi tabung. Tidak disarankan oleh dokter, mereka memutuskan untuk menunda program bayi tabung tersebut.

WowKeren - Andrew Andika sudah tiga tahun membina rumah tangga dengan Tengku Dewi. Setelah tiga tahun membina rumah tangga, ada beberapa pelajaran yang didapat oleh Andrew. Salah satu pelajaran yang didapatkan adalah soal komunikasi.

"Yang jelas, komunikasi itu penting sekali sama istri. Intinya, kita harus bisa saling kasih dan memberi," kata Andrew saat menjadi salah satu bintang tamu program acara "Brownis" pada hari ini, Jumat (8/5).

Di sisi lain, keduanya masih belum dikaruniai seorang anak. Andrew berharap ia dan sang istri bisa segera dikaruniai momongan. Mereka pun memutuskan untuk menjalani program bayi tabung.

"(Ikut bayi tabung) memang salah satu bagian dari ikhtiar. Kedua, ya, mungkin memang kita sudah terlalu lama menunggu juga," ucap Andrew.

Andrew mengaku bahwa ia dan sang istri sudah beberapa kali check up ke dokter kandungan. Namun, proses bayi tabung yang mereka jalani harus tertunda lantaran pandemi virus corona. "Betul (proses bayi tabung ditunda), karena bahaya juga dan dokternya pun tidak menyarankan," ujar Andrew.


Lelaki berusia 32 tahun ini mengungkapkan bahwa proses bayi tabung membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu, Andrew dan sang istri harus sabar menanti proses yang panjang tersebut.

"(Bayi tabung ditunda) karena memang prosesnya itu lama, enggak sebentar. Kalau mau proses bayi tabung itu bisa setahun lebih," jelas Andrew.

"Nah kita aja uji kesabaran lagi. Sebelum Covid ini nunggu timing pas ya. Karena ada wabah Corona ini kita harus tunda lagi sampai kondusif. Kalau kita lanjutin resiko banget, bakal ada efek yang terjadi kalau tetap dilanjutin. Lumayan nunggu lagi," pungkas Andrew.

Sementara itu, Andrew mengaku jika situasi wabah corona ini membuat dirinya seketika menjadi lebih pintar dan kreatif. Andrea dan sang istri pun memilih banting setir menjadi pedagang. Hal itu dilakukan untuk menunjang kebutuhan ekonomi.

Andrew dan Tengku mengaku bersyukur masih bisa bertahan berkat usaha online shop tersebut. "Nah kita jadi kreatif. Sebulan buka usaha sudah sampai 7. Usaha di rumah bikin kopi, makanan, olshop. Ya mencoba survive aja melihat peluang. Sampai mertua masak aja kita bisnisin hahaha. Kreatif tapi menghasilkan. Ya banyak positifnya," pungkas Andrew.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts