Tembus Sampai Hollywood, Ini 7 Rekomendasi Film Action Indonesia yang Sukses Bikin Deg-Degan
Film

Dunia perfilman Indonesia sudah tak bisa dipandang sebelah mata lagi. Ini 7 deretan film action Indonesia yang berhasil tembus ke hollywood dan menerima beberapa penghargaan internasional.

WowKeren - Berbicara film action, yang terlintas dalam pikiran kali pertama pasti adalah produksi Hollywood. Namun siapa sangka, jika film-film action karya Indonesia saat ini kualitasnya tidak dapat dipandang remeh. Bahkan aktor Joe Taslim juga pernah mengatakan jika film-film action produksi Asia lebih baik ketimbang buatan Hollywood.

Salah satu alasan film action Indonesia patut diperhitungkan di luar negeri adalah karena para aktor dan aktrisnya benr-benar memiliki skill fight yang bisa memanjakan para penikmat film. Lain halnya dengan film Hollywood yang kebanyakan mengandalkan kecanggihan CGI. Meski ada pula beberapa aktor kawakan yang memang pernah mencoba sendiri adegan fight tanpa ada pemeran pengganti, seperti halnya Tom Cruise.


Mungkin sebagian di antara kita banyak yang menganggap film di Indonesia itu tidak seru, biasa saja dan kurang menarik jika dibandingkan dengan film-film Hollywood. Banyak yang tidak mengetahui bahwa ada beberapa film action Indonesia yang ternyata sampai tembus ke perfilman Hollywood dan pernah mendapat penghargaan Internasional. 7 di antaranya akan dibahas kali ini. Cocok banget nih buat nemenin weekend kamu.

Dijamin kalian bakalan tegang dan geregetan saat nonton 7 rekomendasi film action ini. Penasaran? Yuk buruan cek!

(wk/wahy)

1. Merantau (Director. Gareth Evans - 2009)


Merantau (Director. Gareth Evans - 2009)

Film Indonesia pertama yang masuk dalam jajaran film berkualitas di dunia adalah "Merantau". Film ini bercerita tentang kehidupan Iko Uwais, seorang laki-laki dari Minangkabau yang sangat ahli bermain silat. Sebagai bagian dari tradisi, dia diharuskan untuk meninggalkan keluarganya demi mencari eksistensi dirinya di kota Jakarta. Film ini memenangi Jury Award for Best Film pada ActionFest, North Carolina di 2010 lalu.

2. The Raid: Redemption (Director. Gareth Evans - 2011)


The Raid: Redemption (Director. Gareth Evans - 2011)

Film action selanjutnya yang patut diperhitungkan adalah "The Raid: Redemption". Bisa dibilang, film Indonesia inilah yang meraih paling banyak apresiasi dari dunia film internasional. Film ini dibintangi oleh Iko Uwais dengan sutradara yang sama di film Merantau yaitu Gareth Evans. Salah satu penghargaan yang didapat oleh The Raid adalah Audience Award dan Dublin Film Critics Circle Best Film pada 2012 di ajang Festival Film Internasional Dublin Jameson.

3. The Raid 2: Berandal (Director. Gareth Evans - 2014)


The Raid 2: Berandal (Director. Gareth Evans - 2014)

"Film The Raid 2: Berandal" ini adalah kelanjutan dari sekuel sebelumnya, yaitu "The Raid: Redemption" (2011). Film ini dijamin akan membuat para penonton merasakan ketegangan karena memang menyuguhkan adegan-adegan sadis dari awal sampai sepanjang film. Film yang menceritakan tentang aksi balas dendam seorang Rama (masih diperankan Iko Uwais) ini memaksa dirinya untuk melanglang-buana mencari pembunuh kakaknya (Andi yang diperankan Donny Alamsyah).

"The Raid 2: Berandal" menyuguhkan aksi para aktor dan aktrisnya yang saling bertarung menggunakan sejata tajam. Belum lagi adegan kejar-kejaran mobil yang sudah sekelas Hollywood. Ditambah, aksi silat yang dikoreografikan oleh Iko Uwais dan Yayan Ruhian yang semakin membuat penonton ketar-ketir saat menontonnya. Hal yang paling membanggakan adalah karena premier film ini diputar pada perhelatan Festival Film Sundance (Sundance Film Festival 2014) di Amerika Serikat.

4. Headshot (Director. Timo Tjahanto - 2016)


Headshot (Director. Timo Tjahanto - 2016)

Kali ini film "Headshot" yang masih diperankan oleh aktor laga kebanggaan Tanah Air. Siapa lagi kalau bukan Iko Uwais. Film Headshot sendiri menceritakan Ismail yang diperankan oleh Iko Uwais, seorang pria misterius yang mengalami amnesia dan baru terbangun dari koma panjang. Perlahan ingatannya mulai kembali, dan membawa Ismail bertemu musuh-musuh lama yang sangar dan sadis, termasuk Lee yang punya reputasi paling menakutkan.

Selain Iko Uwais, film ini juga dibintangi oleh Chelsea Islan, Sunny Pang, Julie Estelle, David Hendrawan, dan Very Tri Yulisman. Headshot menyabet penghargaan Grand Prix Nouveau Genre Award di kategori International Feature Film Competition, sebuah ajang penghargaan film di Prancis.

5. The Night Comes For Us (Director. Timo Tjahanto - 2018)


The Night Comes For Us (Director. Timo Tjahanto - 2018)

Film Indonesia yang mendunia lainnya adalah "The Night Comes for Us", yang merupakan film drama thriller aksi kejahatan neo-noir. Film yang dibintangi Iko Uwais dan Joe Taslim ini awalnya disusun sebagai skenario dan kemudian diadaptasi menjadi novel grafis sebelum dirilis sebagai film. Pusat cerita film ini berkisah tentang aktifnya organisasi Triad di Jakarta dan menampilkan pertarungan apik antara Joe Taslim dan Iko Uwais.

"The Night Comes For Us" bisa dianggap sebagai mahakarya terbaru Timo Tjahjanto. Gemuruh tepuk tangan sekaligus pujian dilayangkan penonton di Amerika Serikat usai menyaksikan film tersebut. Sambutan meriah ditujukan kepada "The Night Comes For Us" saat world premiere di Fantastic Festival 2018 yang berlangsung di Alamo S. Lamar, Texas, Amerika Serikat pada 23 September 2018 waktu setempat.

6. Gundala (Director. Joko Anwar - 2019)


Gundala (Director. Joko Anwar - 2019)

Film karya Joko Anwar ini bukan hanya berprestasi di Tanah Air, melainkan juga di luar negeri. Film yang diperankan oleh Abimana Aryasatya dan Tara Basro ini ikut dalam Festival Film Toronto 2019 untuk ditayangkan pada kategori Midnight Madness, bersama dengan film bergengsi lainnya, seperti "The Capote Tapes", "The Cave", "Citizen K", hingga "Joker".

Film ini juga berhasil menembus Paris International Fantastic Film Festival (PIFFF) 2019. Selain itu, "Gundala" dalam ajang Festival Film Indonesia 2019 berhasil mendapatkan 9 nominasi. Gundala berhasil memenangkan dalam kategori Penata Suara Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik dan Penata Efek Visual Terbaik.

7. Buffalo Boys (Director. Mike Wiluan - 2018)


Buffalo Boys (Director. Mike Wiluan - 2018)

Film drama aksi "Buffalo Boys" melebarkan sayapnya di kancah internasional. Film yang berkisah tentang kehidupan masyakat Jawa Tengah pada akhir abad ke-19 yang masih dijajah Belanda itu tampil pada penghargaan bergengsi Academy Awards atau Oscar 2019.

"Buffalo Boys" ikut serta dalam seleksi Film Berbahasa Asing Terbaik di Piala Oscar 2019. Hanya saja, film yang dibintangi Pevita Pearce dan Ario Bayu ini tidak menjadi wakil Indonesia. "Buffalo Boys" akan menjadi wakil Singapura dalam ajang bergengsi ini. Hal ini karena "Buffalo Boys" yang diproduksi oleh Infinite Studios tersebut memiliki sejumlah partner dalam pembuatannya. Salah satunya adalah dana dari Singapore Film Commission (SFC).

Sebelum tayang di Indonesia pada 19 Juli 2018 silam. Film ini ditayangkan perdana di Fantasia International Film Festival, Kanada, Sabtu (14/7/2018) dan diputar di Festival Film Asia New York pada bulan yang sama.

You can share this post!

Related Posts