Usai Pengawal Pribadi Trump, Kini Staf Wapres AS Positif Corona
Getty Images
Dunia

Disebutkan bahwa staf yang positif terinfeksi virus corona itu tidak ikut serta dalam kunjungan Wapres AS ke Iowa, pada Jumat (8/5). Namun ada kekhawatiran sejumlah staf lain sempat kontak langsung dengannya.

WowKeren - Setelah pengawal pribadi Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif terpapar virus corona (COVID-19), rupanya kali ini giliran staf Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence yang dikabarkan terinfeksi virus tersebut. Berita ini dibeberkan oleh dua orang sumber CNN yang tak ingin disebutkan identitasnya.

Disebutkan bahwa staf yang positif terinfeksi virus corona itu tidak ikut serta dalam kunjungan Mike Pence ke Des Moines, Iowa, pada Jumat (8/5). Akan tetapi, ada kekhawatiran sejumlah staf lain sempat kontak langsung dengannya. Namun sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Mike Pence mau pun pemerintah AS mengenai hal tersebut.

Yang jelas, kasus corona baru itu menambah banyaknya staf yang terinfeksi di lingkungan Gedung Putih. Trump sendiri dikabarkan merasa sangat kecewa akan hal ini. Trump lalu kembali menjalani tes virus corona oleh dokter Gedung Putih.

Disebutkan bahwa hasil tes Presiden berusia 73 tahun tersebut beserta Mike Pence selaku wapres adalah negatif. "Presiden dan Wakil Presiden (Mike Pence) sejak itu dites, hasilnya negatif dan mereka tetap sehat," kata Wakil Sekretaris Gedung Putih, Hogan Gidley.


Trump sudah angkat suara mengenai hal ini. Presiden berusia 73 tahun tersebut mengaku tidak terlalu sering menjalin kontak langsung dengan pengawal yang positif terinfeksi virus corona. Karenanya, dia menganggap berlebihan ketika harus kembali menjalani tes.

"Saya selalu menganggap bahwa tes (corona) itu agak berlebihan. Karena apa yang terjadi setelah seseorang melakukan tes? Apa yang terjadi di sana?" ujarnya menambahkan seperti dilansir CNBC.

Di sisi lain, sejauh ini Trump sendiri bisa dibilang selalu mengabaikan kebijakan terkait pencegahan penularan virus corona, termasuk enggan menggunakan masker dan tak menerapkan aturan jaga jarak. Bahkan Presiden dari Partai Demokrat tersebut juga masih melakukan kampanye secara aktif di berbagai negara bagian menjelang pilpres 2020 pada November mendatang.

Sementara itu, saat ini Amerika Serikat telah mencatatkan sebanyak 1,3 juta kasus positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, ada 78,557 pasien yang dinyatakan meninggal dunia, dengan 222,935 lainnya dikonfirmasi sembuh.

Dengan ini, AS memiliki kasus aktif COVID-19 sebanyak 1,019,117 pasien, dengan total tes mencapai 8,6 juta penduduk.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait