Park Gyuri Dikritik Munafik Gara-Gara Postingan Sebelum Kunjungi Kelab Gay
Selebriti
Kontroversi Artis Clubbing di Itaewon

Menyusul pengakuan Park Gyuri, postingan yang ia buat sehari sebelum mengunjungi kelab malam menjadi sorotan. Orang-orang berpikir bahwa kata-kata dan tindakannya tidak cocok.

WowKeren - Park Gyuri Kara mengakui bahwa dirinya adalah selebritis yang mengunjungi kelab malam di Itaewon yang sering dikunjungi oleh komunitas LGBT. Kelab ini menjadi klaster baru penyebaran COVID-19 di Korea Selatan yang kembali meningkat.

Menyusul pengakuan Park Gyuri, postingan yang ia buat sehari sebelum mengunjungi kelab malam menjadi sorotan. Orang-orang berpikir bahwa kata-kata dan tindakannya tidak cocok.

Park Gyuri dites negatif untuk COVID-19 dan saat ini sedang melakukan karantina sendiri di rumahnya. Sementara fakta bahwa ia tidak mendukung kampanye "menjaga jarak" telah membuat marah banyak orang, orang-orang sekarang semakin mengkritiknya "munafik".

Tepat pada hari sebelum mengunjungi kelab malam, Park Gyuri memposting di Twitter untuk membagikan pendapatnya tentang pandemi. Ia menulis, "Kalian baik-baik saja, kan? Aku merindukan kalian semua. Aku berolahraga sekarang. Malam ini penuh dengan pikiran. Mari kita menjadi kuat selama pandemi ini dan aku berharap kita dapat bertemu segera di masa depan dalam kondisi yang sehat."


Park Gyuri sendiri telah mengakui tindakannya yang tidak bertanggung jawab karena tidak mendukung kampanye "menjaga jarak" pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mengenakan masker selama berada di kelab malam. Ketika berita itu menyebar, Gyuri mengungkapkan bahwa ia segera pergi ke fasilitas kesehatan umum untuk menjalankan tes COVID-19.

Namun Park Gyuri terus menerima banyak kritik dan benci komentar di media sosialnya. Saat ini, ia mengunci akun Instagram pribadinya.

Park Gyuri Dikritik Munafik Gara-Gara Postingan Sebelum Kunjungi Kelab Gay

Source: Instagram

"Lucu sekali. Dia munafik," komentar netizen. "Aku yakin kebanyakan orang di usia dua puluhan seperti ini? Mereka berpura-pura sadar dengan media sosial pada kenyataannya mereka keluar untuk bertemu teman-teman di pusat kota dan menolak untuk menyerah dengan kafe dan restoran," tambah netizen lain. "Bayangkan mendorong orang ke jarak sosial dan kemudian pergi menari di kelab gay," sindir netizen.

"Buang-buang makanan yang dia makan. Untuk berpikir bahwa dia setua ini tapi memiliki tingkat kecerdasan 9 tahun. Jika dia tetap diam, dia tidak akan mendapatkan setengah dari kebencian dia sekarang," sahut yang lain. "Tipe orang yang ingin terlihat sadar kondisi tapi tindakan mereka tidak sesuai dengan kata-kata mereka dan mereka tidak menginginkan tanggung jawab itu," pungkas lainnya.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts