Fenomena 'super spreader' kedua terjadi di Seoul, usai seorang pria yang berkunjung ke klub malam menularkan virus Corona yang diidapnya kepada setidaknya 102 orang.
- Elvariza Opita
- Rabu, 13 Mei 2020 - 14:37 WIB
WowKeren - Korea Selatan tampaknya belum benar-benar berhasil mengatasi wabah virus Corona. Sebab baru-baru ini otoritas setempat mengonfirmasi sebanyak 102 kasus positif COVID-19 terkait dengan "super spreader" di klub malam Seoul.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Seoul pun mengambil kebijakan menutup sementara semua bar, klub malam, dan tempat-tempat hiburan sejenis demi menekan penyebaran wabah. Namun tak hanya berdampak bagi tempat hiburan, sekolah yang sedianya akan dibuka pekan ini terpaksa ditunda.
Sebagai informasi, semestinya sekolah dibuka pada Rabu (13/5) waktu setempat menyusul meredanya wabah COVID-19 di negara tersebut. Rencana dibukanya kembali sekolah ini pun sudah diundur berkali-kali mengingat semestinya awal semester dimulai pada Maret 2020 kemarin.
Bahkan guru dan staf sekolah pun sudah mempersiapkan yang terbaik. Mereka terpantau membersihkan, menyemprotkan disinfektan, serta mempersiapkan berbagai protokol kesehatan agar wabah tetap terkendali kendati kegiatan sekolah berjalan normal.
Namun "meledaknya" wabah COVID-19 akibat seorang pria yang berkunjung ke klub malam menyebabkan para wali murid dan otoritas pendidikan meminta pembukaan sekolah ditunda. Permohonan yang dilayangkan lewat petisi daring ini sempat ditanggapi dingin oleh pemerintah pusat.
Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang Lip menyebut terlalu dini untuk menunda pembukaan sekolah. "Wabah sporadis semacam ini akan terus terjadi beberapa waktu ke depan. Kita harus berani mengambil risiko untuk kembali ke kehidupan normal," kata Kim pada Jumat (8/5) pekan lalu.
"Walaupun COVID-19 sulit untuk diatasi, namun masyarakat kita sudah berpengalaman menghadapinya," imbuh Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC), Jung Eun Kyung, pada kesempatan yang sama. Jung pun meyakinkan situasi akan tetap terkendali.
Namun jumlah pasien positif COVID-19 dari klaster klub malam yang kian bertambah menyebabkan Wakil Menteri Pendidikan, Park Baek Bum memutuskan untuk menunda pembukaan kembali sekolah. Keselamatan siswa adalah prioritas utama, sehingga sebaiknya pembelajaran secara daring dilanjutkan selama sepekan ke depan.
Presiden Korsel Moon Jae In pun meminta masyarakat untuk tidak menurunkan kewaspadaan di tengah pandemi Corona. "Kita tidak boleh menurunkan kewaspadaan dalam menghadapi epidemi. Kita sedang dalam perang berkepanjangan," tegasnya, Senin (11/5).
(wk/elva)