RI Kembali Impor Obat-obatan Hingga Vitamin, Sandiaga Uno Beri Sindiran Pedas
Nasional

Sandiaga Uno menyoroti Pemerintah Indonesia yang kerap mengimpor obat-obatan dari luar negeri. Sandi menilai jika Indonesia sendiri memiliki obat tradisional seperti jamu yang memilki fungsi serupa.

WowKeren - Indonesia diketahui mengimpor obat-obatan dari luar negeri. Hal ini disebabkan murahnya harga bahan baku untuk membuat obat-obatan hingga vitamin tersebut.

Hal ini rupanya mendapat sorotan dari Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Sandi mengaku gemas melihat kegiatan impor tersebut, ia menilai bahwa Indonesia memiliki jamu yang tidak kalah baik khasiatnya dengan produk impor.


"Saya kadang gemas banget, kok kita nggak pernah belajar dari bisnis, kita kayak nggak mampu ciptakan kasih solusi," ujar Sandiaga dalam acara diskusi yang diselenggarakan duabelasbros melalui webinar bersama Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, Kamis (14/5). "Masa vitamin aja impor. Kenapa nggak kembangkan industri jamu?"

Lebih lanjut, ia menjelaskan jamu adalah antibiotik dan antioksidan alami yang terbaik. Bukan itu saha, bahan-bahan jamu pun tersebar luas dan mudah didapatkan di Indonesia, mulai dari temulawak sampai kunyit.

"Kita ada temulawak, jahe, kunyit, ini saya kemarin belajar bikin jamu," paparnya. "Nah jamu ini the best antibiotic dan antioksidan di alam Indonesia sendiri. Kenapa nggak kita riset bagus, dan kita buat sendiri."

Sandi kemudian menambahkan investor jangan cuma berpikir soal angka, keuntungan, dan pencapaian saja, melainkan juga kelangsungan dunia usaha dalam negeri harus diperhitungkan karena dunia usaha pun bisa membantu membangun negeri sendiri.

Menurutnya dengan investasi bisa menciptakan lapangan kerja. Lalu yang paling penting, investasi juga bisa mendorong masifnya produksi dalam negeri, terlebih Indonesia masih banyak bergantung pada bahan impor.

"Bisa ciptakan lapangan kerja juga. Lalu ingat, kita masih banyak produk bergantung ke pasar luar negeri," pungkas. "Kesempatan ada, maka kita harus investasi, kuatkan sisi produksi, pangan, dan industri sehingga kalau ada krisis kita bisa kuat dan sanggup menahan gejolak."

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membangun industri farmasi di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

“Kita baru sadar betul obat-obatan itu hampir 90 persen impor. Presiden kemarin sudah memerintah semua dibikin dalam negeri," ujar Luhut, Sabtu (10/5). "Presiden bicara dengan Presiden Trump. Sekarang Trump sama Indonesia karena dia berantem sama China. Dia mau relokasi industrinya. Saya diminta presiden bicara sama pembantunya Trump."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts