Jatim Izinkan Salat Id Berjamaah Meski Seluruh Wilayah Zona Merah, Kemenag Minta Pikir Ulang
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kementerian Agama RI meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur memikirkan ulang pemberian izin salat berjamaah tersebut, baik saat Ramadan maupun Idul Fitri.

WowKeren - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan surat yang memperbolehkan salat berjamaah pada Ramadan dan Idulfitri di masjid, termasuk masjid Al-Akbar yang merupakan masjid terbesar di Surabaya. Terkait hal ini, Kementerian Agama RI ikut memberikan tanggapan.

Kemenag meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memikirkan ulang pemberian izin tersebut, baik saat Ramadan maupun Idul Fitri. Sebab, sangat penting untuk menghindari kegiatan yang melibatkan pengumpulan massa guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan jika pemerintah pusat sudah mengeluarkan imbauan yang jelas terkait pelaksanaan ibadah selama pandemi corona. Masyarakat diminta untuk salat di rumah masing-masing selama kasus corona belum melandai.

Apalagi di Jawa Timur, yang merupakan provinsi kedua terbanyak mencatat kasus positif corona di Indonesia. "Kita imbau agar memikirkan kembali. Karena potensi penularan masih sangat besar," kata Kamaruddin dilansir CNN Indonesia, Sabtu (16/5).


Sementara itu, per Jumat (15/5), kasus positif corona di Jatim mencapai 1.921. Ini artinya, potensi penularan masih cukup tinggi. Kamaruddin mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan untuk bisa salat berjamaah.

Sebab ia tidak ingin jika tempat ibadah justru menjadi episentrum penularan virus. "Karena kita tidak ingin tempat ibadah jadi episentrum penularan COVID-19," tuturnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan jika keputusan untuk kembali memperbolehkan salat berjamaah merupakan usulan dari sejumlah tokoh agama di Jatim. "Ini adalah melihat ada beberapa tokoh agama, kelompok agama yang menghadap ke Ibu Gubernur, dan kami mendapat beberapa masukan," kata Heru masih dilansir CNN Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menilai jika Jawa Timur seharusnya sudah bisa menerapkan PSBB secara menyeluruh. Pasalnya, berdasarkan telaah dari FKM Universitas Airlangga, seluruh wilayah di Provinsi Jawa Timur saat ini sudah memasuki zona merah. Itu artinya, seluruh wilayah di Jatim telah mencatat kasus positif corona.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts